Hasil Imbang yang Mengecewakan untuk PSIM

PSIM Yogyakarta kembali gagal meraih poin penuh dan menjauh dari pesaing di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin sore 29 Desember 2025, laga tunda pekan ke-8 kontra PSBS Biak berakhir dengan skor 2-2. Hasil ini sangat disayangkan oleh publik tuan rumah yang berharap kemenangan manis sebagai penutup tahun 2025.

Sebagai tim yang menghuni peringkat lima besar, PSIM datang dengan beban ekspektasi untuk menang, terutama karena PSBS Biak berada di papan bawah. Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Tambahan satu poin hanya membuat PSIM mengoleksi 24 poin dan tetap berada di urutan kelima. Di sisi lain, PSBS Biak tetap tertahan di peringkat 15 dengan 13 poin, hanya selisih tiga dari zona merah.

PSIM Tertinggal Lebih Dulu, PSBS Tampil Mengejutkan

Babak Pertama: Tekanan Berbalik Arah

Sejak kickoff, PSIM langsung mengambil inisiatif menyerang. Laskar Mataram tampil agrasif dan ingin segera mencetak gol pembuka. Namun, strategi menyerang itu justru membuat celah besar di lini belakang. PSBS Biak memanfaatkan setiap peluang dengan tajam dan permainan cepat mereka menjadi kejutan besar di Stadion Sultan Agung.

Gol pembuka lahir di menit ke-13 melalui aksi Eduardo Barbosa. Pemain asing andalan PSBS ini sukses memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan tuan rumah dan membungkam ribuan suporter PSIM. Setelah gol tersebut, PSIM mencoba bangkit, mendominasi penguasaan bola hingga menciptakan beberapa peluang. Namun dominasi tanpa efektivitas memberikan ruang bagi PSBS untuk menghukum mereka.

Menjelang akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-39, Ruyery Blanco berhasil menggandakan keunggulan PSBS. Sepakan kerasnya tak mampu ditepis Cahya Supriadi dan skor berubah menjadi 0-2, situasi yang menyesakkan bagi kubu PSIM yang tampil di depan publik sendiri.

Penalti Menyelamatkan Harapan PSIM

Saat waktu hampir habis, PSIM mendapat momentum. Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di area kotak penalti PSBS. Ze Valente maju sebagai eksekutor dan mencetak gol di menit 45+1. Gol ini memperkecil ketertinggalan sekaligus memberikan energi baru bagi skuad PSIM jelang turun minum.

Kebangkitan PSIM di Paruh Kedua

Gol Cepat Usai Istirahat

Memasuki babak kedua, PSIM tampil lebih tenang dan terorganisir. Hanya butuh tiga menit untuk menyamakan skor. Pada menit ke-48, Ezequiel Vidal berhasil membobol gawang PSBS Biak dan membuat skor menjadi 2-2. Gol cepat ini mengubah jalannya laga dan membuat tensi pertandingan semakin meningkat.

Peluang Terbuang dan Kartu Merah Raka Cahyana

Usai skor imbang, kedua tim sama-sama bermain terbuka. PSIM berusaha mencari gol kemenangan untuk menjaga posisi mereka di lima besar, sementara PSBS ingin membawa pulang poin penuh sebagai kejutan akhir pekan. Beberapa peluang tercipta, namun penyelesaian akhir kedua tim tidak maksimal.

Drama terjadi di menit ke-87 ketika PSIM harus bermain dengan 10 orang. Raka Cahyana mendapat kartu kuning kedua dan diusir wasit. Situasi ini membuat PSIM kesulitan di detik-detik akhir, namun PSBS juga gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap tak berubah — 2-2.

Susunan Pemain dan Evaluasi Taktik

Lini Serang PSIM Perlu Evaluasi

Meski mampu bangkit dan mencetak dua gol, serangan PSIM dinilai belum efisien. Trio Vidal, Haljeta, dan Corfe tampil dinamis namun sering kehilangan bola. Di lini tengah, Ze Valente menjadi penyelamat lewat kontribusi gol penalti, namun koordinasi antar lini perlu ditingkatkan untuk laga berikutnya.

Susunan Pemain

PSIM Yogyakarta: Cahya Supriadi; Raka Cahyana, Franco Ramos, Rendra Teddy, Reva Adi Utama; Fahreza Sudin, Ze Valente, Rahmatshoh Rahmatzoda; Ezequiel Vidal, Nermin Haljeta, Deri Corfe.
PSBS Biak: Geraldo Kadu; Iqbal Hadi, Hwang Myung-hyun, Nurhidayat Haji Haris; Heri Susanto, Sandro Anibal, Eduardo Barbosa, Pablo Andrade; Raja Siregar, Ruyery Blanco, Claudio Luquinhas.

Penutup

Laga ini menjadi pelajaran penting bagi PSIM bahwa konsistensi dan fokus sejak menit pertama sangat menentukan. Sementara bagi PSBS Biak, satu poin tandang menjadi modal mental berharga untuk keluar dari ancaman degradasi. Kedua tim kini bersiap menghadapi jadwal padat di paruh musim mendatang, dengan evaluasi besar yang perlu dilakukan agar target masing-masing dapat tercapai.

Meta Deskripsi
PSIM Yogyakarta harus puas berbagi poin dengan PSBS Biak setelah laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/2026 berakhir imbang 2-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul. Meski berhasil bangkit di babak kedua, hasil ini membuat PSIM gagal menjauh dari pesaing di lima besar, sementara PSBS Biak mencuri poin penting untuk keluar dari zona merah.


Keyword

  • PSIM vs PSBS Biak
  • Hasil PSIM hari ini
  • Liga BRI Super League 2025
  • Skor PSIM vs PSBS
  • Pertandingan PSIM Yogyakarta