
AC Milan di Persimpangan Jalan dengan Mike Maignan
AC Milan kini berada dalam situasi kritis terkait masa depan Mike Maignan. Kiper asal Prancis ini menjadi salah satu pilar penting di skuad Rossoneri, namun kontraknya yang akan habis pada musim panas 2026 menimbulkan urgensi bagi manajemen klub. Tanpa kesepakatan baru, Milan berisiko kehilangan Maignan secara gratis, yang tentu akan menjadi pukulan besar mengingat perannya sebagai kiper nomor satu.
Situasi ini memaksa klub untuk mempercepat negosiasi, bahkan mempertimbangkan pertemuan tatap muka dengan agen dan sang pemain untuk menemukan solusi yang memuaskan kedua belah pihak.
Perbedaan Struktur Kontrak Jadi Kendala
Salah satu hambatan utama dalam pembicaraan adalah struktur kontrak yang ditawarkan Milan. Klub dikabarkan telah menawarkan gaji bersih sekitar €7 juta per musim, termasuk bonus. Dari jumlah ini, sekitar €5,5 juta bersifat tetap, sedangkan sisanya bergantung pada performa dan pencapaian tim.
Angka ini membuat Maignan sejajar dengan Rafael Leao sebagai pemain dengan gaji tertinggi di klub. Namun, struktur bonus, klausul jaminan, dan durasi kontrak menjadi poin yang masih menjadi ganjalan. Maignan dan agennya disebut-sebut menginginkan jaminan lebih dalam aspek bonus dan durasi, agar masa depan sang kiper lebih terjamin secara profesional dan finansial.

Durasi Kontrak dan Opsi Perpanjangan
Selain masalah gaji, durasi kontrak juga menjadi bahan negosiasi. Milan menawarkan kontrak berdurasi tiga setengah tahun, dengan opsi perpanjangan yang bisa membuat Maignan tetap berada di San Siro hingga 2029 atau bahkan 2030. Durasi ini menunjukkan niat serius klub untuk mempertahankan kiper utamanya dalam jangka panjang.
Meski demikian, belum ada titik temu. Perbedaan pandangan mengenai klausul tertentu membuat negosiasi berjalan lambat. Sumber internal menyebutkan bahwa Milan kini mendorong pembicaraan langsung antara manajemen dan agen Maignan, Jonathan Kebe, dengan harapan menghadirkan keputusan final secepat mungkin.
Risiko Kehilangan Pemain Kunci
Kegagalan mencapai kesepakatan memiliki risiko besar bagi Milan. Maignan merupakan kiper yang telah membuktikan kualitasnya di Serie A dan kompetisi Eropa. Kehilangan pemain kunci di posisi ini akan memaksa klub mencari pengganti dengan biaya tinggi dan adaptasi yang belum tentu mulus.
Bagi Maignan sendiri, status kontrak yang hampir habis memberi keleluasaan untuk bernegosiasi dengan klub lain mulai Januari. Hal ini menambah tekanan bagi Milan untuk segera menyelesaikan perpanjangan kontrak sebelum pemain tersebut bisa menandatangani prakontrak dengan pihak lain.

Strategi Milan untuk Memecah Kebuntuan
Manajemen AC Milan tampaknya memilih strategi intensif dengan menggelar pertemuan langsung. Dengan hadirnya Maignan dan agennya di meja negosiasi, klub berharap dapat menjawab kekhawatiran pemain secara langsung dan memperjelas tawaran struktur gaji serta bonus.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif daripada komunikasi via agen semata. Milan ingin menunjukkan keseriusan mereka mempertahankan kiper utama, sekaligus memberikan kesempatan bagi Maignan untuk menyuarakan harapan dan tuntutannya secara langsung.
Implikasi Bagi Masa Depan AC Milan
Keputusan Maignan akan berdampak besar bagi masa depan AC Milan. Sebagai salah satu skuad yang tengah membangun kestabilan di Serie A dan kompetisi Eropa, memiliki kiper andal seperti Maignan menjadi kunci keberhasilan tim.
Selain aspek teknis di lapangan, faktor psikologis juga penting. Pemain yang merasa dihargai melalui kontrak yang adil biasanya tampil lebih konsisten dan loyal terhadap klub. Milan tentu ingin menghindari skenario di mana ketidakpuasan kontrak memengaruhi performa kiper mereka di musim mendatang.
Kesimpulan
Negosiasi kontrak Mike Maignan menjadi isu krusial bagi AC Milan menjelang musim panas 2026. Kiper utama Rossoneri ini bukan hanya sosok vital di bawah mistar, tetapi juga simbol kestabilan tim dalam beberapa musim terakhir. Perbedaan pandangan terkait struktur gaji, durasi kontrak, dan bonus membuat pembicaraan berjalan lambat dan penuh tekanan.
AC Milan kini menghadapi tekanan waktu yang nyata. Tanpa kesepakatan, Maignan bisa bebas bernegosiasi dengan klub lain mulai Januari, dan risiko kehilangan pemain kunci secara gratis menjadi ancaman serius. Langkah klub untuk mendorong pertemuan langsung dengan Maignan dan agennya menunjukkan keseriusan manajemen dalam mempertahankan pilar utama skuad.
Hasil negosiasi ini tidak hanya menentukan masa depan kiper asal Prancis tersebut, tetapi juga berdampak besar terhadap stabilitas dan ambisi Rossoneri di Serie A maupun kompetisi Eropa. Kesepakatan yang tercapai akan menjadi penentu konsistensi tim, loyalitas pemain, dan fondasi yang kuat bagi AC Milan menghadapi musim-musim mendatang.
