Lionel Messi harus menerima kenyataan pahit pada akhir tahun 2025. Megabintang asal Argentina itu gagal meraih penghargaan Pemain Terbaik Amerika Selatan, meski tampil luar biasa bersama Inter Miami sepanjang musim. Gelar prestisius tersebut justru jatuh ke tangan bintang Flamengo, Giorgian De Arrascaeta, yang tampil dominan di level klub dan regional.

Hasil ini memunculkan beragam reaksi dari publik sepak bola. Bagi sebagian pihak, kegagalan Messi dianggap mengejutkan. Namun bagi yang mengikuti dinamika sepak bola Amerika Selatan sepanjang 2025, kemenangan De Arrascaeta dinilai sangat layak. Berikut ulasan lengkap di balik hasil pemungutan suara dan dampaknya bagi ia maupun Inter Miami.

Hasil Pemungutan Suara yang Tegas

Penghargaan Pemain Terbaik Amerika Selatan 2025 ditentukan melalui pemungutan suara yang melibatkan lebih dari 250 jurnalis dari berbagai negara. Proses ini diselenggarakan oleh media ternama kawasan Amerika Selatan dan dikenal memiliki kredibilitas tinggi.

Dalam hasil akhir, Giorgian De Arrascaeta meraih lebih dari dua pertiga total suara. Ia unggul jauh atas Messi yang hanya menempati posisi kedua dengan kurang dari 15 persen suara atau sekitar 39 suara. Sementara itu, Andrian Martinez berada di posisi ketiga dengan perolehan 12 suara.

Selisih suara yang cukup besar ini menunjukkan bahwa dominasi De Arrascaeta sepanjang musim dinilai sangat konsisten dan berpengaruh oleh para pemilih.

Musim Gemilang Giorgian De Arrascaeta

Keberhasilan De Arrascaeta tidak datang secara tiba-tiba. Sepanjang musim 2025, gelandang serang Flamengo itu tampil luar biasa di hampir semua kompetisi yang diikuti klubnya. Ia mencetak 23 gol dan menyumbang 10 assist dari total 61 penampilan.

Lebih dari sekadar statistik individu, De Arrascaeta menjadi motor utama permainan Flamengo. Pergerakannya antar lini, visi bermain, dan kemampuan menentukan tempo membuatnya menjadi figur sentral dalam kesuksesan tim.

Deretan Gelar Bergengsi Flamengo

Musim 2025 menjadi tahun emas bagi Flamengo. Bersama De Arrascaeta, klub asal Brasil tersebut menyapu bersih berbagai trofi bergengsi. Flamengo menjuarai Copa Libertadores, Serie A Brasil, Supercopa do Brasil, Campeonato Carioca, serta dua gelar internasional tambahan.

Kontribusi besar De Arrascaeta dalam momen-momen krusial menjadi alasan utama mengapa ia dinilai pantas meraih penghargaan individu tertinggi di Amerika Selatan.

Tetap Bersinar di Inter Miami

Meski gagal meraih penghargaan, musim 2025 tetap menjadi tahun bersejarah bagi Lionel Messi. Bersama Inter Miami, ia berhasil mempersembahkan gelar MLS Cup pertama dalam sejarah klub.

Messi juga tampil sebagai pemain paling produktif di liga. Ia menjadi pencetak gol terbanyak sekaligus pemberi assist terbanyak, membuktikan bahwa usia tidak menghalangi pengaruhnya di lapangan.

Keberadaan Messi mengubah Inter Miami dari tim biasa menjadi kekuatan utama di MLS, baik secara teknis maupun komersial.

Pernyataan Usai Juara MLS

Setelah membawa Inter Miami menjuarai MLS Cup, Messi menyampaikan pernyataan emosional. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut merupakan hasil kerja keras panjang seluruh tim sepanjang musim.

Messi mengakui bahwa perjalanan Inter Miami tidak selalu mudah. Namun, konsistensi dan usaha kolektif akhirnya berbuah manis. Bagi nya , gelar MLS memiliki makna besar karena diraih setelah melalui kegagalan di musim sebelumnya.

Perpanjangan Kontrak hingga 2028

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Messi juga memperpanjang kontraknya bersama Inter Miami hingga 2028. Keputusan ini menegaskan bahwa ia masih ingin membangun proyek besar di Amerika Serikat.

Perpanjangan kontrak tersebut tidak hanya berdampak pada tim, tetapi juga pada popularitas MLS secara global. Kehadiran Messi terus menarik perhatian dunia terhadap kompetisi Amerika Utara.

Peran Sentral di Inter Miami

Di Inter Miami, Messi bukan hanya kapten atau pencetak gol. Ia adalah pusat permainan dan pemimpin di ruang ganti. Rekan-rekannya banyak belajar dari etos kerja, profesionalisme, dan kecerdasannya membaca permainan.

Pengaruh Messi terlihat jelas dalam peningkatan kualitas tim secara keseluruhan. Inter Miami kini dikenal sebagai tim dengan identitas permainan yang jelas dan mental juara.

Tantangan Berat Menjelang Musim 2026

Meski sukses di 2025, tantangan besar menanti Messi dan Inter Miami pada musim berikutnya. Jadwal padat, kelelahan fisik, serta persiapan menuju Piala Dunia 2026 menjadi faktor yang patut diperhatikan.

Beberapa pengamat menilai Messi tidak akan bermain penuh di semua laga MLS demi menjaga kondisi fisiknya. Rotasi dan manajemen menit bermain diprediksi menjadi strategi utama klub.

Fokus Messi ke Piala Dunia 2026

Hingga kini, Messi belum mengonfirmasi keikutsertaannya bersama Argentina di Piala Dunia 2026. Namun, banyak pihak yakin turnamen tersebut masih menjadi prioritas besar dalam kariernya.

Dengan usia yang terus bertambah, menjaga kebugaran menjadi kunci. Messi diperkirakan akan lebih selektif dalam memilih pertandingan demi tampil maksimal di ajang internasional.

Kegagalan yang Tidak Mengurangi Warisan

Gagal meraih penghargaan Pemain Terbaik Amerika Selatan 2025 tidak mengurangi status Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Musim luar biasanya di MLS tetap menjadi bukti konsistensi dan dedikasi luar biasa.

Sementara itu, kemenangan De Arrascaeta menjadi simbol bahwa sepak bola Amerika Selatan terus melahirkan bintang yang mampu bersinar di panggung tertinggi.