Chelsea memasuki fase baru yang penuh ketidakpastian setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca. Keputusan ini diambil di tengah situasi internal yang tidak kondusif serta performa tim yang terus menurun sepanjang musim. Perubahan besar pun langsung terjadi di tubuh staf kepelatihan The Blues, dengan hanya satu sosok dari tim Maresca yang masih dipercaya bertahan di Stamford Bridge.
Penunjukan Calum MacFarlane sebagai pelatih karetaker menjadi langkah cepat manajemen Chelsea untuk menjaga stabilitas tim. Namun, langkah tersebut juga menandai perombakan signifikan di balik layar, termasuk soal siapa saja yang tetap dipertahankan dalam struktur kepelatihan tim utama.
Pergantian Pelatih dan Dampaknya di Internal Klub

Pemecatan Enzo Maresca menjadi puncak dari konflik internal yang sebelumnya sudah mulai tercium. Manajer asal Italia itu disebut mengalami perbedaan pandangan dengan beberapa elemen klub, baik terkait pendekatan taktik maupun pengelolaan ruang ganti.
Situasi tersebut diperparah dengan hasil pertandingan yang tidak konsisten, membuat Chelsea kesulitan bersaing di papan atas. Manajemen akhirnya memilih jalan tegas demi menyelamatkan arah jangka panjang klub, meski harus mengambil risiko besar di tengah musim berjalan.
Calum MacFarlane Ambil Alih Kendali Sementara

Calum MacFarlane, yang sebelumnya menangani tim U-21 Chelsea, dipercaya mengisi posisi pelatih interim. Penunjukan ini dinilai logis karena MacFarlane sudah memahami kultur klub serta perkembangan para pemain muda yang kini banyak menghuni skuad utama.
Dalam perannya sebagai pelatih karetaker, MacFarlane membawa hampir seluruh staf kepelatihannya dari tim U-21. Ia didampingi Andy Ross dan James Simmonds sebagai asisten, serta Adam Keep yang bertugas sebagai analis utama. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan penuh MacFarlane pada tim yang sudah lama bekerja bersamanya.
Bernardo Cueva, Satu-satunya yang Bertahan

Di tengah perombakan besar tersebut, hanya satu anggota staf Enzo Maresca yang tetap dipertahankan Chelsea, yakni Bernardo Cueva. Pelatih spesialis bola mati itu menjadi pengecualian dan masih memiliki peran penting dalam struktur tim utama.
Alasan Chelsea Mempertahankan Cueva
Bernardo Cueva dikenal sebagai sosok dengan keahlian khusus dalam situasi bola mati, aspek yang belakangan menjadi perhatian serius Chelsea. Kontribusinya dinilai tetap relevan, terlepas dari pergantian pelatih kepala.
Cueva bergabung dengan Chelsea pada tahun 2024 setelah direkrut dari Brentford. Saat itu, klub London Barat bahkan bersedia mengeluarkan biaya kompensasi yang tidak kecil demi mendapatkan jasanya. Investasi tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa manajemen masih mempertahankannya.
Tantangan Berat Menanti MacFarlane
Laga pertama MacFarlane sebagai pelatih interim langsung menghadirkan ujian besar. Chelsea dijadwalkan menghadapi Manchester City pada akhir pekan, pertandingan yang akan menjadi sorotan besar publik dan media.
MacFarlane sendiri mengaku belum mengetahui berapa lama ia akan memegang kendali tim utama. Fokus utamanya saat ini hanyalah mempersiapkan skuad sebaik mungkin untuk pertandingan tersebut. Ia juga mengakui perasaan cukup santai, meski menyadari tekanan akan meningkat jelang laga.
Pencarian Pelatih Baru Terus Berjalan
Sambil menunjuk pelatih sementara, Chelsea tetap bergerak aktif mencari pengganti permanen Enzo Maresca. Salah satu nama yang mencuat adalah Liam Rosenior, pelatih RC Strasbourg Alsace, klub yang berada di bawah kepemilikan yang sama dengan Chelsea.
Situasi ini menunjukkan bahwa Chelsea tengah berada di persimpangan penting. Keputusan soal pelatih baru, ditambah restrukturisasi staf, akan sangat menentukan arah klub dalam waktu dekat dan masa depan The Blues secara keseluruhan.
Meta Deskripsi:
Chelsea resmi memasuki fase perubahan besar setelah memutuskan berpisah dengan Enzo Maresca akibat konflik internal dan performa tim yang terus menurun sepanjang musim. Manajemen menunjuk pelatih tim U-21, Calum MacFarlane, sebagai pelatih karetaker untuk menjaga stabilitas skuad utama. Dalam langkah restrukturisasi tersebut, hampir seluruh staf kepelatihan era Maresca dilepas, dengan hanya satu nama yang tetap dipertahankan di Stamford Bridge, yaitu Bernardo Cueva, pelatih spesialis bola mati. Keputusan mempertahankan Cueva dinilai berkaitan dengan perannya yang masih krusial serta investasi besar klub saat merekrutnya dari Brentford.
Keyword:
- Chelsea
- Enzo Maresca
- Calum MacFarlane
- staf pelatih Chelsea
- Bernardo Cueva
- pelatih bola mati
- pelatih karetaker Chelsea
- pemecatan Enzo Maresca
- Chelsea vs Manchester City
- Premier League
