
Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) langsung menginjak pedal gas memasuki tahun 2026. Setelah menorehkan hasil impresif di SEA Games Thailand 2025, induk organisasi atletik nasional itu kini memfokuskan perhatian pada persiapan Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah uji coba internasional di Tianjin, China, yang direncanakan berlangsung mulai Februari mendatang.

Uji Coba Awal di Level Asia
PB PASI memandang awal tahun 2026 sebagai fase krusial untuk memetakan kekuatan atlet nasional. Uji coba di Tianjin diproyeksikan menjadi ajang pemanasan penting karena menghadirkan atmosfer persaingan setara dengan Asian Games. Kompetisi Asian Indoor Athletics Championship 2026 dinilai tepat sebagai tolok ukur awal kesiapan atlet Indonesia menghadapi lawan-lawan terbaik di Asia.

Langkah Cepat Pasca SEA Games
Keputusan bergerak cepat tidak lepas dari momentum positif SEA Games 2025. Atletik Indonesia tampil sebagai salah satu penyumbang medali terbesar dengan koleksi sembilan emas, lima perak, dan enam perunggu. Hasil tersebut menjadi fondasi kepercayaan diri PB PASI untuk segera meningkatkan level persiapan, tidak sekadar puas di kawasan Asia Tenggara.
Parameter Menuju Aichi–Nagoya
Bagi bidang pembinaan PB PASI, uji coba di Tianjin memiliki nilai strategis sebagai parameter performa. Kompetisi level Asia memungkinkan pelatih dan pengurus memantau sejauh mana kemampuan atlet Indonesia jika dihadapkan pada rival utama di Asian Games nanti. Evaluasi ini akan menjadi dasar penentuan program latihan lanjutan sepanjang 2026.
Program Mandiri di Tengah Keterbatasan
Menariknya, rencana uji coba ini dijalankan sebagai program mandiri PB PASI. Hingga awal tahun 2026, dukungan resmi pemerintah untuk Pelatnas multievent Asian Games belum sepenuhnya turun. Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah PB PASI. Sebaliknya, federasi memilih tetap bergerak agar waktu persiapan tidak terbuang percuma.
Seleksi Atlet Masih Digodok
Daftar atlet yang akan diberangkatkan ke Tianjin masih dalam tahap finalisasi. PB PASI menegaskan bahwa atlet yang dipilih bukan sekadar pelengkap, melainkan mereka yang dinilai siap secara teknis dan mental. Fokus utama tetap pada atlet peraih medali emas dan perak SEA Games, namun peluang juga terbuka bagi atlet lain yang menunjukkan progres signifikan.
Kombinasi Senior dan Junior
Selain mengejar hasil jangka pendek, PB PASI menyisipkan misi regenerasi. Atlet junior akan disertakan untuk menambah jam terbang internasional. Pengalaman bertanding di level Asia sejak dini diharapkan membentuk mental kompetitif mereka, terutama sebagai persiapan menuju SEA Games 2027 dan ajang multievent lainnya di masa depan.
Adaptasi Nomor Indoor
Asian Indoor Athletics Championship memiliki karakter berbeda dengan kompetisi outdoor. Tidak semua nomor dipertandingkan, sehingga atlet harus beradaptasi dengan kondisi lintasan dan teknis lomba indoor. Situasi ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi pelatih untuk menguji fleksibilitas dan kesiapan atlet dalam berbagai format pertandingan.
Pelatnas Berkelanjutan di Pangalengan
Sebagai tindak lanjut kesuksesan SEA Games, PB PASI telah memusatkan atlet peraih medali emas dan perak dalam Pelatnas berkelanjutan di Pusat Pelatihan Atletik Pangalengan, Jawa Barat. Program ini dirancang untuk menjaga performa, meningkatkan kualitas fisik, serta memperbaiki detail teknis menjelang agenda internasional sepanjang 2026.
Fokus pada Konsistensi Prestasi
PB PASI menyadari bahwa tantangan di Asian Games jauh lebih berat dibanding SEA Games. Negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan memiliki tradisi kuat di cabang atletik. Oleh karena itu, konsistensi menjadi kata kunci. Uji coba internasional diharapkan membantu atlet Indonesia membiasakan diri menghadapi tekanan dan ritme kompetisi kelas Asia.
Evaluasi dan Penyesuaian Program
Hasil dari Tianjin tidak hanya dilihat dari perolehan medali. PB PASI akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari catatan waktu, teknik, hingga kesiapan mental atlet. Data tersebut menjadi bahan penyesuaian program latihan agar persiapan menuju Asian Games semakin terarah dan realistis.
Optimisme Menuju Asian Games 2026
Dengan perencanaan matang dan keberanian menjalankan program mandiri, PB PASI menunjukkan komitmen kuat dalam membangun prestasi atletik nasional. Uji coba di Tianjin menjadi langkah awal dari rangkaian panjang persiapan. Harapannya, ketika Asian Games 2026 tiba, atletik Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga penantang serius di level Asia.
