Belakangan ini, sebuah video singkat yang menampilkan jemaah umrah Indonesia antre untuk berfoto dengan replika Hajar Aswad di Makkah menjadi viral di media sosial. Video tersebut memicu beragam komentar dan persepsi yang keliru, hingga menimbulkan salah paham di kalangan warganet.

Dalam video berdurasi 19 detik, terlihat seorang pria Arab membantu para pengunjung berpose seakan mencium Hajar Aswad. Caption yang menyertainya berbunyi:

“Di Saudi ada jasa foto cium replika Hajar Aswad, 100 riyal Saudi. Pelanggannya banyak orang Indonesia.” – X @kangwaqfi2, Selasa (6/1/2026)

Akibat keterangan tersebut, banyak warganet Indonesia menyoroti sesama warga karena dianggap terlalu mudah tergoda dengan hal-hal seperti ini. Beberapa komentar bahkan bernada sarkastis, menilai antrean foto di replika Hajar Aswad sebagai “ladang cuan” bagi warga lokal.


Awal Mula Video Viral dan Salah Tafsir

Video ini pertama kali beredar di platform X (sebelumnya Twitter) dan langsung mengundang perhatian. Banyak orang menyangka bahwa antrean tersebut adalah layanan berbayar untuk mencium replika Hajar Aswad. Anggapan ini kemudian memicu kritik pedas warganet yang menilai praktik tersebut tidak pantas dilakukan oleh jemaah umrah.

Salah satu komentar yang mencuat menuliskan:

“Ada orang Indonesia pasti jadi ladang cuan.” – @Birds0912

Salah tafsir ini terjadi karena caption yang menyertai video tidak menjelaskan konteks sebenarnya. Akibatnya, persepsi publik menjadi bias dan menimbulkan opini negatif terhadap jemaah Indonesia yang antre di lokasi tersebut.


Penjelasan Fakta Sebenarnya dari Pihak Berwenang

Setelah video viral mendapat perhatian luas, akhirnya ada pihak yang buka suara untuk meluruskan informasi. Pemilik akun X @SinggihPrasetyo, yang bekerja di sebuah agen biro umrah, memberikan klarifikasi penting.

Menurutnya, 100 riyal Saudi (SAR) yang disebutkan dalam caption video bukanlah biaya untuk berfoto dengan replika Hajar Aswad. Melainkan, angka tersebut adalah tiket masuk Museum Al Wahyu, yang berada di Makkah.

Di museum tersebut, memang terdapat replika Hajar Aswad. Petugas yang terekam di video bertugas membantu pengunjung berfoto, dan layanan ini diberikan secara gratis. Jadi, tidak ada biaya tambahan untuk berpose dengan replika tersebut.

Singgih menjelaskan lebih lanjut:

“Jadi yang sebenarnya adalah 100 SAR itu harga tiket masuk Museum Al Wahyu. Di sana ada replika Hajar Aswad, petugasnya bantu foto secara GRATIS. Dipelintir jadi foto dengan replika Hajar Aswad bayar 100 SAR.” – @SinggihPrasetyo


Reaksi Warganet Setelah Klarifikasi

Setelah fakta sebenarnya terungkap, banyak warganet yang membenarkan informasi tersebut dan menegaskan bahwa caption awal memelintir fakta. Mereka menjelaskan bahwa Museum Al Wahyu memang mengenakan biaya masuk, tetapi itu untuk menikmati seluruh koleksi museum, bukan khusus untuk berfoto.

Salah satu komentar dari pengguna lain berbunyi:

“Ini tuh museum, harga masuknya emang 100 SAR. Isinya kebanyakan penggambaran suasana Arab kuno. Kita bisa pakai barang-barang dan baju-baju untuk cosplay foto-foto, termasuk ada replika Hajar Aswad.” – @mpok_al

Beberapa warganet juga menekankan pentingnya memeriksa fakta sebelum mengunggah atau menilai sesuatu. Kesalahan tafsir seperti ini bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap jemaah umrah Indonesia di mata publik.


Pelajaran dari Viral Video Ini

Kasus viral video antre foto di replika Hajar Aswad ini memberikan beberapa pelajaran penting:

  1. Periksa Fakta Sebelum Mengunggah
    Caption yang ambigu dapat memicu kesalahpahaman dan opini negatif. Memastikan informasi akurat sebelum membagikan sangatlah penting.
  2. Pahami Konteks Budaya dan Lokasi
    Museum Al Wahyu menawarkan pengalaman edukatif dan interaktif, termasuk replika Hajar Aswad, bukan layanan komersial seperti yang diberitakan.
  3. Hindari Penilaian Cepat
    Menyalahkan jemaah Indonesia tanpa mengetahui fakta bisa menimbulkan kontroversi dan perdebatan yang tidak perlu.
  4. Pentingnya Edukasi Digital
    Warganet perlu lebih kritis terhadap konten viral agar tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan.

Kesimpulan

Viralnya video antre foto di replika Hajar Aswad sempat memicu salah tafsir dan kritik pedas dari warganet. Namun, fakta sebenarnya adalah antrean tersebut terjadi di Museum Al Wahyu, dengan tiket masuk 100 SAR, dan berfoto dengan replika Hajar Aswad gratis. Klarifikasi ini menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum membagikan atau menilai sesuatu.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, memahami konteks, mengecek fakta, dan bersikap kritis terhadap konten viral sangatlah penting untuk menghindari kesalahpahaman publik.

Meta Deskripsi
Viral video jemaah Indonesia antre foto di replika Hajar Aswad di Makkah sempat memicu salah tafsir. Faktanya, antrean tersebut terjadi di Museum Al Wahyu dengan tiket masuk 100 SAR, dan berfoto dengan replika Hajar Aswad diberikan gratis. Simak penjelasan lengkap dan klarifikasi fakta sebenarnya agar tidak terjebak opini keliru.


Keyword

  • Viral Hajar Aswad
  • Antre foto replika Hajar Aswad
  • Museum Al Wahyu Makkah
  • Fakta video viral Hajar Aswad
  • Jemaah umrah Indonesia
  • Tiket Museum Al Wahyu
  • Klarifikasi fakta Hajar Aswad
  • Foto gratis replika Hajar Aswad
  • Warganet Indonesia
  • Konten viral Makkah
  • Informasi umrah terbaru
  • Replika Hajar Aswad
  • Tips verifikasi informasi
  • Budaya Arab
  • Kontroversi video viral