Rivalitas Abadi antara Jerman dan Argentina di ajang Piala Dunia merupakan salah satu duel paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia. Pertemuan dua raksasa ini tidak hanya soal perebutan gelar juara, tetapi juga benturan filosofi permainan, karakter nasional, dan momen-momen dramatis yang terus dikenang lintas generasi. Sejak pertama kali berjumpa, Jerman dan Argentina telah menciptakan cerita panjang yang menjadikan rivalitas ini abadi di panggung Piala Dunia.
Rivalitas Jerman vs Argentina di Piala Dunia selalu menghadirkan drama, final bersejarah, dan duel legendaris. Simak sejarah lengkap dan statistiknya di sini.

Awal Mula Rivalitas Abadi
Pertemuan pertama Jerman dan Argentina di Piala Dunia terjadi pada edisi 1958 di Swedia. Saat itu, Jerman Barat menang dengan skor meyakinkan 3-1. Namun rivalitas sejati mulai terasa ketika kedua tim sering bertemu di fase krusial, terutama final. Sejak dekade 1980-an, duel Jerman vs Argentina menjadi langganan laga penentuan, bahkan tercatat sebagai final Piala Dunia yang paling sering terulang.
Final Piala Dunia: Panggung Utama Drama
Final Piala Dunia 1986 di Meksiko menjadi salah satu bab paling bersejarah. Argentina yang dipimpin Diego Maradona tampil luar biasa dan berhasil menundukkan Jerman Barat dengan skor 3-2. Kemenangan ini tidak hanya membawa Argentina menjadi juara dunia untuk kedua kalinya, tetapi juga mengukuhkan Maradona sebagai legenda abadi sepak bola.
Empat tahun kemudian, Jerman membalas kekalahan tersebut di final Piala Dunia 1990 di Italia. Melalui gol penalti Andreas Brehme di menit-menit akhir, Jerman Barat menang 1-0 atas Argentina. Laga ini dikenang sebagai salah satu final paling emosional dan penuh kontroversi, sekaligus mempertegas panasnya rivalitas kedua negara.
Dominasi Rivalitas Abadi Jerman dan Luka Argentina

Jerman dikenal sebagai tim yang disiplin, efisien, dan memiliki mental juara luar biasa. Hal ini kembali terbukti pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Untuk ketiga kalinya, Jerman dan Argentina bertemu di final. Setelah bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal, Mario Götze muncul sebagai pahlawan dengan gol di babak perpanjangan waktu yang memastikan kemenangan Jerman 1-0.
Bagi Argentina, kekalahan tersebut menjadi luka mendalam. Lionel Messi yang tampil gemilang sepanjang turnamen gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia, sementara Jerman meraih gelar keempatnya. Sejak saat itu, dominasi Jerman atas Argentina di Piala Dunia semakin terasa, terutama di laga-laga penting.
Filosofi Permainan yang Bertolak Belakang Rivalitas Abadi
Rivalitas Jerman vs Argentina juga menarik karena perbedaan gaya bermain. Jerman identik dengan permainan kolektif, organisasi tim yang rapi, serta efisiensi tinggi dalam memanfaatkan peluang. Sementara itu, Argentina sering mengandalkan kreativitas, teknik individu, dan kejeniusan pemain bintang seperti Maradona dan Messi.
Perbedaan filosofi ini membuat setiap pertemuan selalu menarik untuk disaksikan. Jerman kerap tampil dingin dan pragmatis, sedangkan Argentina bermain penuh emosi dan determinasi. Benturan dua karakter ini menciptakan atmosfer pertandingan yang intens dan sulit diprediksi.
Statistik dan Rekor di Piala Dunia
Dalam sejarah Piala Dunia, Jerman dan Argentina telah bertemu sebanyak tujuh kali. Jerman unggul dalam catatan kemenangan, terutama di fase gugur. Bahkan, Jerman sering menjadi “momok” bagi Argentina, dengan menyingkirkan Albiceleste di beberapa edisi Piala Dunia secara beruntun.
Namun Argentina juga memiliki momen kejayaan yang tak terlupakan, terutama pada era Maradona. Hal ini membuat rivalitas tetap seimbang secara historis dan emosional, meski secara statistik Jerman sedikit lebih unggul.
Rivalitas yang Terus Hidup
Meski generasi pemain terus berganti, rivalitas Jerman vs Argentina tidak pernah kehilangan pesonanya. Setiap pertemuan selalu membawa bayang-bayang sejarah masa lalu, tekanan besar, dan ekspektasi tinggi dari para penggemar di seluruh dunia. Baik Jerman maupun Argentina sama-sama memiliki tradisi juara yang kuat, sehingga duel ini selalu dianggap sebagai laga klasik Piala Dunia.
Menjelang Piala Dunia edisi-edisi mendatang, potensi pertemuan kembali antara Jerman dan Argentina selalu dinantikan. Rivalitas abadi ini bukan sekadar tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang sejarah, kebanggaan nasional, dan kisah-kisah legendaris yang terus hidup dalam ingatan pecinta sepak bola dunia.
