Cabang olahraga panjat tebing Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang SEA Games 2025 yang digelar di Bangkok dan Chonburi, Thailand, pada Desember 2025. Kontingen Merah Putih berhasil membawa pulang deretan medali emas yang tak hanya mempertegas dominasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga panjat tebing telah berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Kembalinya Panjat Tebing ke SEA Games

Cabang panjat tebing kembali dipertandingkan pada SEA Games setelah terakhir kali hadir lebih dari satu dekade lalu. Keikutsertaan pada 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kualitas atlet–atletnya di level regional. Target awal yang dipasang tim panjat tebing Indonesia memang cukup ambisius, dengan sasaran meraih beberapa medali emas di berbagai nomor pertandingan.

Panjat tebing kini berkembang pesat di Indonesia dan mendapat dukungan penuh dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) melalui program pembinaan, pelatihan intensif, serta kompetisi domestik yang berkualitas. Persiapan yang matang tersebut akhirnya berbuah manis pada pagelaran SEA Games 2025, di mana para atlet Indonesia tampil cemerlang di hadapan lawan–lawan tangguh dari negara–negara Asia Tenggara lainnya.

Prestasi Emas yang Diraih

Indonesia berhasil memenangi sejumlah medali emas di cabang panjat tebing, termasuk dari nomor speed climbing dan lead. Salah satu prestasi yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Antasyafi Robby Al Hilmi yang meraih medali emas di nomor men’s speed climbing dengan catatan waktu impresif 4,83 detik. Dalam perlombaan ini, Robby unggul atas pesaing–pesaingnya dari negara lain, sekaligus membawa kebanggaan tersendiri bagi tim Indonesia.

——

Tak hanya pada nomor putra, Indonesia juga menunjukkan kekuatan pada kategori putri. Puja Lestari, atlet panjat tebing asal Riau, tampil luar biasa dan sukses menorehkan medali emas di nomor women’s speed. Keberhasilan Puja menjadi momen bersejarah bagi olahraga panjat Indonesia karena sekaligus menunjukkan bahwa persaingan di nomor putri semakin kompetitif dan menjanjikan.

Selain itu, pada nomor lead climbing, atlet–atlet Indonesia juga sukses merebut emas, seperti yang ditunjukkan oleh Ardana Cikal Damarwulan yang tampil dominan. Prestasi ini menunjukkan bahwa kekuatan Indonesia di panjat tebing bukan hanya pada kecepatan semata (speed), tetapi juga pada ketahanan, strategi, dan teknik yang dibutuhkan dalam lead climbing.

Secara total, panjat tebing Indonesia berada di puncak klasemen cabang ini dengan 4 medali emas, diikuti oleh medali–medali perak dan perunggu dari beberapa atlet lainnya. Dengan pencapaian ini, Indonesia berhasil menjadi juara umum cabang panjat tebing SEA Games 2025.

Panjat Tebing dan Kontribusinya pada Medali Indonesia

Kontribusi panjat tebing terhadap perolehan medali kontingen Indonesia cukup signifikan. Pada pertengahan kompetisi, panjat tebing tercatat sebagai salah satu cabang yang menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia, membantu negara ini merangsek ke posisi kedua dalam klasemen medali keseluruhan SEA Games 2025. Hingga pertengahan kompetisi, Indonesia telah mengumpulkan puluhan medali emas di berbagai cabang olahraga termasuk panjat tebing.

Secara keseluruhan, perolehan medali emas Indonesia di SEA Games 2025 mencapai 91 emas, rekor terbaik dalam tiga dekade terakhir dan menjadi capaian terbaik Indonesia saat berlaga di luar negeri. Ini menunjukkan bahwa prestasi Indonesia tidak hanya menonjol di cabang–cabang tradisional seperti bulutangkis atau atletik, tetapi juga di cabang olahraga yang semakin berkembang seperti panjat tebing.

Rahasia Kesuksesan dan Strategi Pembinaan

Keberhasilan Indonesia dalam cabang panjat tebing bukan sebuah kebetulan. Hal ini merupakan buah dari pembinaan jangka panjang yang dilakukan oleh FPTI dengan dukungan pelatih dan program pelatnas sejak beberapa tahun sebelumnya. Pelatih timnas panjat , Hendra Basir, menjelaskan bahwa persiapan yang matang, mulai dari penguatan fisik, teknik, hingga mental bertanding, menjadi faktor utama dalam meraih hasil positif di SEA Games 2025.

Selain itu, kompetisi–kompetisi regional seperti ASEAN Climbing Championship 2025 juga menjadi ajang penting untuk mengasah kemampuan atlet–atlet muda Indonesia sebelum berlaga di SEA Games. Prestasi di ajang–ajang tersebut membangun pengalaman, kepercayaan diri, dan daya saing para atlet di level internasional.

Keterlibatan daerah seperti Riau dalam menghasilkan atlet–atlet berprestasi seperti Puja Lestari juga menunjukkan bahwa pembinaan olahraga panjat telah menyentuh level akar rumput. Ini penting untuk memastikan adanya regenerasi atlet serta penyebaran prestasi ke seluruh wilayah Indonesia.

Dampak dan Harapan ke Depan

Prestasi ini tentu memberi dampak besar bagi perkembangan olahraga panjat di Indonesia. Kesuksesan di SEA Games akan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga yang menantang ini. Hasil ini juga diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi ajang–ajang besar berikutnya seperti Asian Games 2026 dan kualifikasi Olimpiade 2028.

Ketua FPTI, Yenny Wahid, bahkan telah menargetkan lebih banyak medali pada ajang–ajang internasional berikutnya, menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya puas dengan hasil SEA Games 2025 namun siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.


Kesimpulan

Prestasi panjat tebing Indonesia di SEA Games 2025 merupakan wujud kerja keras, strategi pembinaan yang baik, serta semangat juang para atlet. Meraih medali emas di beberapa nomor, termasuk speed dan lead, menunjukkan kekuatan dan konsistensi Indonesia di cabang olahraga ini. Selain meningkatkan posisi Indonesia di klasemen medali, hasil ini juga membuka peluang lebih besar bagi Indonesia di kancah internasional ke depan.