Senapan SEA Games 2025 yang digelar di Thailand kembali menjadi ajang pembuktian prestasi olahraga Indonesia di kancah regional Asia Tenggara. Salah satu cabang olahraga yang berhasil menyumbangkan medali emas bagi kontingen Merah Putih adalah senapan dalam cabang olahraga menembak — sebuah disiplin yang sebelumnya sering kali dianggap under the radar, namun kini menunjukkan perkembangan pesat. Prestasi ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan atlet Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa olahraga presisi seperti menembak memiliki peran penting dalam perolehan medali di SEA Games 2025.

Performa Gemilang Cabang Menembak Senapan Indonesia

Di SEA Games 2025, cabang menembak menjadi salah satu kontributor medali emas bagi Indonesia. Kontingen Indonesia berhasil mengumpulkan enam medali emas, sembilan medali perak, dan delapan perunggu di berbagai nomor tembak yang diperlombakan. Hasil ini menjadi salah satu capaian terbaik tim menembak Indonesia dalam kejuaraan multievent regional tersebut.

Prestasi tersebut diraih melalui kompetisi intens di Photharam Shooting Range di Bangkok, Thailand, di mana para petembak Indonesia menunjukkan konsistensi dan ketelitian tinggi dalam memastikan posisi mereka di puncak podium SEA Games.

10 Meter Air Rifle Senapan Beregu Putri: Emas dan Rekor Baru

Salah satu momen paling mengesankan datang dari nomor 10 meter air rifle beregu putri. Tiga atlet Indonesia — Dominique Rachmawati Karini, Dewi Laila Mubarokah, dan Yasmin Figlia Achadiat — berhasil mendominasi kompetisi ini dan membawa pulang medali emas dengan skor akumulasi 1.875,1 poin. Prestasi itu juga mencetak rekor SEA Games baru, melewati rekor sebelumnya yang dipegang oleh Vietnam.

Dominique Rachmawati mencatatkan skor tertinggi di tim dengan 627,6 poin, diikuti oleh Dewi Laila dengan 624,0 poin dan Yasmin dengan 623,5 poin. Kemenangan ini tidak hanya memastikan medali emas, tetapi juga menunjukkan kekuatan tim putri Indonesia dalam presisi dan konsistensi tembakan.

Air Pistol Tim Campuran: Duet Emas Berkelas

Indonesia juga meraih emas dalam nomor 10 meter air pistol tim campuran, sebuah lomba yang menggabungkan atlet putra dan putri dalam satu tim kompetitif. Muhammad Iqbal Raia Prabowo dan Arista Perdana Putri Darmoyo mampu menaklukkan lawan dari tim Vietnam dengan skor yang cukup meyakinkan — 17–9 — untuk memastikan medali emas.

Prestasi ini penting karena menunjukkan kemampuan atlet Indonesia tidak hanya dalam kategori beregu single-gender, tetapi juga dalam format tim campuran. Keberhasilan ini mencerminkan fleksibilitas dan kualitas pelatihan yang diberikan kepada para atlet, sehingga mereka mampu berkolaborasi dan tampil maksimal di bawah tekanan.

Kontribusi Lain dari Cabang Menembak Senapan

Selain nomor-nomor utama tersebut, Indonesia juga menunjukkan performa kuat di nomor lain dalam cabang menembak. Meski tidak semua kompetisi menghasilkan emas, tim menembak Indonesia tetap tampil kompetitif di sejumlah kategori pistol dan rifle lainnya, termasuk nomor rapid fire pistol yang membawa pulang medali perak dan medali perunggu dalam beberapa event.

Dengan total enam emas di cabang menembak, kontingen Indonesia menunjukkan bahwa disiplin olahraga presisi bisa menjadi kekuatan tersendiri dalam SEA Games. Medali-medali ini berkontribusi signifikan terhadap total medali Indonesia yang mencapai 91 medali emas dan menempatkan Indonesia di peringkat kedua klasemen umum SEA Games 2025.

Sistem Pelatihan dan Dukungan Atlet Menembak

Keberhasilan di cabang menembak bukanlah hasil keberuntungan semata. Sistem pelatihan yang matang sejak jauh hari sebelum kompetisi memainkan peranan penting. Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) telah mempersiapkan para atletnya dengan program latihan intensif, penggunaan teknologi modern, serta pemantauan performa yang ketat untuk memastikan setiap petembak memiliki kondisi optimal saat berkompetisi di SEA Games.

Pihak pelatih juga menekankan pentingnya mental kuat, terutama dalam kompetisi senapan dan pistol di mana konsentrasi dan ketenangan menjadi kunci utama. Para atlet tidak hanya fokus pada aspek teknis tembakan, tetapi juga kesiapan psikologis menghadapi tekanan lomba internasional.

Peran Strategis dalam Bagan Medali Indonesia

Keberhasilan cabang menembak menjadi salah satu cerminan bahwa Indonesia memiliki kedalaman talenta di cabang olahraga yang memerlukan presisi tinggi dan fokus yang tajam. Tidak seperti olahraga yang berbasis fisik semata, menembak membutuhkan kombinasi antara keterampilan teknis, disiplin mental, dan kerja sama tim dalam event beregu.

Kontribusi emas dari menembak membantu Indonesia mempertahankan posisi tinggi dalam perolehan medali, di samping cabang-cabang lain seperti atletik, wushu, panahan, dan kano-dayung yang juga memberikan sumbangan besar bagi kontingen Merah Putih.

Mengakhiri SEA Games 2025 dengan Kebanggaan

Secara keseluruhan, prestasi cabang menembak senapan Indonesia di SEA Games 2025 menjadi bukti kerja keras, strategi pelatihan efektif, dan talenta atlet yang terus berkembang. Perolehan medali emas dalam nomor senapan dan pistol menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dan unggul tidak hanya dalam olahraga populer, tetapi juga dalam disiplin yang menuntut ketelitian tinggi.

Dengan pencapaian ini, cabang menembak Indonesia tidak hanya meraih medali, tetapi juga menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, atlet Indonesia mampu tampil unggul di berbagai level kompetisi internasional. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda atlet menembak di Tanah Air untuk terus mengejar prestasi di masa depan.