Musim 2025/26 menjadi momen penting bagi Crystal Palace F.C., klub Liga Premier Inggris yang bermarkas di London Selatan. The Eagles mengalami musim yang penuh dinamika — baik dari sisi kompetisi di liga, keikutsertaan di kompetisi Eropa, hingga perubahan signifikan dalam komposisi skuadnya menjelang dan selama tahun 2026. Artikel ini membahas secara mendalam mengenai anggota pemain tim inti baru di Crystal Palace serta implikasi dari perubahan tersebut.
Perubahan Signifikan di Skuad Crystal Palace
Memasuki musim 2025/26, Crystal Palace melakukan sejumlah perubahan pada daftar pemain mereka. Dari sisi kedatangan, klub memperkenalkan beberapa wajah baru yang diharapkan bisa memperkuat inti tim:
- Walter Benítez — Penjaga gawang berpengalaman yang datang secara gratis dari PSV Eindhoven. Benítez membawa pengalaman Eropa yang penting dan bertugas memberikan persaingan kuat untuk posisi kiper utama.
- Borna Sosa — Bek kiri Kroasia yang direkrut dari Ajax dengan biaya sekitar £3 juta. Sosa mampu memberikan fleksibilitas di lini belakang, bisa bermain sebagai full-back atau wing-back, meningkatkan pilihan taktis pelatih.
- Khyan Frazer-Williams dan Harry Lee — Talenta muda yang ditambahkan ke skuad untuk memperkuat depth tim serta potensi masa depan klub.
- Yéremy Pino — Winger cepat yang datang dari Villarreal dengan biaya sekitar £26 juta, diharapkan menjadi ancaman di sisi sayap dan menambah kreativitas serangan.
- Jaydee Canvot — Bek tengah muda dari Toulouse yang diperkenalkan sebagai investasi jangka panjang di jantung pertahanan.
- Brennan Johnson — Penyerang yang direkrut dari Tottenham Hotspur pada Januari 2026, diharapkan meningkatkan pilihan serangan menjelang paruh kedua musim.
Meski demikian, perubahan stok pemain inti tidak berhenti di sana. Palace mengalami beberapa outgoing yang berdampak besar pada struktur tim — terutama kepergian Marc Guéhi, yang pindah ke Manchester City pada Januari 2026. Guéhi merupakan kapten klub dan sosok sentral di lini belakang pada musim sebelumnya. Kepindahannya dipandang sebagai kehilangan besar dari musim ini.
Pemain Inti Baru Crystal Palace dan Kunci di Tahun 2026
Sebagai hasil dari transfer dan keputusan klub, berikut ini adalah beberapa figur yang menjadi bagian dari tim inti baru Crystal Palace di sepanjang tahun 2026:
1. Dean Henderson (Kiper)
Henderson tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Penampilannya dalam kompetisi domestik dan internasional — termasuk performa gemilang di final Piala FA musim sebelumnya — menunjukkan bahwa ia menjadi pilar penting dalam pertahanan klub.
2. Maxence Lacroix (Bek Tengah)
Lacroix telah menjadi sosok andalan di lini belakang sejak kedatangannya di musim sebelumnya. Dengan kemampuan duel udara yang kuat dan kepemimpinan defensif, Lacroix menjadi pondasi penting di jantung pertahanan.
3. Chris Richards (Bek Tengah)
Pemain asal Amerika Serikat ini memberikan fleksibilitas di lini belakang. Meski sempat mengalami cedera, Richards tetap menjadi bagian dari rencana inti tim sebagai backup maupun starter ketika diperlukan.
4. Borna Sosa (Bek Kiri)
Masuknya Sosa menjadi langkah Crystal Palace untuk memberikan kompetisi sekaligus opsi rotasi di posisi bek kiri, terutama saat Tyrick Mitchell diberi waktu istirahat atau digeser sesuai kebutuhan taktis.
5. Daniel Muñoz (Wing-Back)
Muñoz terus konsisten tampil agresif di sisi kanan pertahanan, membawa dynamisme dalam serangan balik serta memberikan pilihan tambahan dalam fase ofensif tim.
6. Daichi Kamada (Gelandang Kreatif)
Kamada berkembang menjadi kreator utama di lini tengah dengan kemampuan menghubungkan serangan, serta visi umpan yang dibutuhkan tim dalam menghadapi barisan pertahanan lawan.
7. Adam Wharton (Gelandang Tengah)
Walaupun menjadi incaran klub besar seperti Liverpool, Wharton tetap menjadi bagian penting Palace. Umurnya yang muda dan performa menjanjikan membuatnya dianggap sebagai aset jangka panjang klub.
8. Eberechi Eze (Gelandang Serang)
Eze tetap menjadi playmaker utama, berperan dalam menciptakan peluang serta mendikte permainan tim dari lini kedua.
9. Ismaïla Sarr dan Yéremy Pino (Penyerang Sayap)
Kombinasi kecepatan dan kreativitas dari sisi sayap menjadi kekuatan tersendiri buat Palace. Sarr adalah veteran yang bisa diandalkan, sementara Pino merupakan rekrutan yang siap memecah pola pertahanan lawan.
10. Brennan Johnson dan Jean-Philippe Mateta (Penyerang Tengah)
Penyerang asal Inggris itu diharapkan memperkuat lini depan, sementara Mateta, meski masa depannya sempat dipertanyakan, masih menjadi opsi penting di depan gawang.
Tantangan dan Prospek Kedepan
Walaupun skuad memiliki kombinasi pengalaman dan potensi muda, Crystal Palace menghadapi tantangan berat. Kepergian figur sentral seperti Guéhi membuat klub harus memikirkan kembali struktur lini belakang dan taktik pelatih Oliver Glasner. Selain itu, spekulasi mengenai target transfer seperti Sidiki Cherif untuk memperkuat lini serang menunjukkan ambisi klub mencari keseimbangan antara pengalaman dan bakat muda.
Selain itu, klub juga dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga performa di Liga Premier sekaligus kompetisi Eropa, yang membutuhkan skuad luas dengan depth yang kuat. Menghadapi musim yang padat, keputusan klub terkait transfer di jendela Januari dan musim panas berikutnya akan menjadi penentu arah tim dalam jangka panjang.
