
https://kedaisport19.com/banjir-bandang-wisata-guci-tegal
Objek Wisata Guci yang terletak di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang akibat hujan deras berkepanjangan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu siang hingga sore hari dan mengakibatkan kerusakan serius di kawasan wisata, termasuk hilangnya kolam air panas Pancuran 13 yang selama ini menjadi daya tarik utama pengunjung.
Banjir bandang dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai di sekitar kawasan wisata meluap dan membawa material lumpur, pasir, serta bebatuan ke area pemandian air panas. Arus yang deras membuat sejumlah fasilitas wisata tidak mampu bertahan dan akhirnya rusak terseret banjir.
Kronologi Kejadian di Kawasan Wisata
Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah Bumijawa sejak siang hari. Debit air sungai terus meningkat hingga akhirnya meluap dan menerjang kawasan Wisata Guci. Aliran air bercampur material alam mengalir deras menuju area Pancuran 13 yang berada di dataran lebih rendah.
Dalam waktu singkat, arus banjir menghantam kolam air panas dan jembatan kecil di sekitarnya. Struktur kolam yang tidak dirancang menghadapi tekanan arus besar akhirnya tergerus. Air bah juga membawa lumpur dan batu yang menutup sebagian besar area wisata, membuat lokasi tersebut tidak lagi aman untuk dikunjungi.

Kolam Pancuran 13 Tergerus Banjir
Dampak paling signifikan dari banjir bandang ini adalah hilangnya kolam air panas Pancuran 13. Kolam tersebut dikenal sebagai salah satu ikon Wisata Guci dan selalu ramai oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Banjir bandang membuat kolam tersebut rusak parah hingga nyaris tidak dapat dikenali bentuk aslinya.
Selain kolam, jembatan kecil yang biasa digunakan pengunjung untuk akses antar area juga mengalami kerusakan berat. Sebagian jembatan bahkan dilaporkan hilang terseret arus. Material lumpur dan batu menumpuk di sekitar lokasi, mengubah wajah kawasan wisata secara drastis.
Area Wisata Ditutup Sementara
Pasca kejadian, pihak pengelola bersama aparat terkait langsung mengambil langkah pengamanan. Area Pancuran 13 ditutup sementara untuk mencegah risiko lanjutan terhadap pengunjung. Seluruh wisatawan yang berada di lokasi saat kejadian berhasil dievakuasi dengan aman.
Sterilisasi area dilakukan guna memastikan tidak ada aktivitas wisata di zona terdampak. Penutupan ini dilakukan sampai kondisi dinyatakan benar-benar aman dan proses pembersihan serta evaluasi infrastruktur selesai dilakukan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski kerusakan yang terjadi cukup parah, peristiwa banjir bandang ini tidak menimbulkan korban jiwa. Evakuasi cepat dan kesigapan petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam mencegah jatuhnya korban. Pengunjung yang berada di kawasan wisata berhasil diarahkan menjauh dari titik berbahaya sebelum kondisi memburuk.
Ketiadaan korban jiwa menjadi hal yang patut disyukuri di tengah kerusakan fasilitas wisata yang cukup signifikan. Namun demikian, kerugian materiil dan dampak terhadap sektor pariwisata tetap menjadi perhatian serius.

Dampak terhadap Pariwisata Lokal
Wisata Guci merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Tegal. Kerusakan kolam air panas dan fasilitas pendukung tentu berdampak pada aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar. Banyak warga menggantungkan penghasilan dari sektor wisata, mulai dari pedagang hingga penyedia jasa penginapan.
Penutupan sementara area Pancuran 13 diperkirakan akan mengurangi jumlah kunjungan wisatawan. Proses pemulihan dan perbaikan fasilitas menjadi kunci agar aktivitas wisata dapat kembali berjalan normal dan kepercayaan pengunjung dapat pulih.
Evaluasi dan Antisipasi Ke Depan
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan kawasan wisata berbasis mitigasi bencana. Faktor alam seperti curah hujan tinggi dan kondisi geografis harus menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan dan pengelolaan fasilitas wisata, khususnya yang berada di dekat aliran sungai.
Ke depan, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, struktur bangunan, serta tata kelola lingkungan di kawasan Wisata Guci. Langkah antisipatif diharapkan dapat meminimalkan risiko kejadian serupa dan menjaga keselamatan pengunjung serta kelestarian destinasi wisata.
Kesimpulan
Banjir bandang yang menerjang kawasan Wisata Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, menjadi peristiwa serius yang berdampak langsung pada fasilitas unggulan destinasi tersebut. Curah hujan tinggi yang menyebabkan aliran sungai meluap mengakibatkan kerusakan parah, termasuk hilangnya kolam air panas Pancuran 13 serta rusaknya jembatan dan tertutupnya area wisata oleh material lumpur dan batu.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa berkat evakuasi cepat dan penutupan sementara lokasi, kejadian ini berdampak signifikan terhadap aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan pengelolaan kawasan wisata yang lebih memperhatikan faktor lingkungan, guna mencegah kejadian serupa dan menjamin keselamatan pengunjung di masa mendatang Banjir bandang yang menerjang kawasan Wisata Guci di Kecamatan Bumijawa.
