AC Milan memasuki tahun 2026 dengan wajah yang berubah signifikan. Setelah musim 2024/25 yang menghadirkan dinamika naik turun, manajemen klub melakukan perombakan skuad besar-besaran selama bursa transfer musim panas 2025 untuk mempersiapkan tim yang lebih kompetitif dan seimbang dalam empat kompetisi utama: Serie A, Coppa Italia, Supercoppa Italiana, dan upaya kembali ke kompetisi Eropa.
Perubahan ini terlihat tidak hanya dari jumlah pemain baru yang masuk — tetapi juga dari pendekatan taktik pelatih Massimiliano Allegri, yang terus beradaptasi dengan karakter pemain yang tersedia, sekaligus merumuskan identitas Milan baru di era post-Champions League yang menantang.
Struktur Skuad & Formasi Inti AC Milan 2026
Menurut formasi terkini dari pertandingan Serie A melawan Como dan Cremonese, Allegri kerap mengandalkan pola 3-5-2, memaksimalkan pemain tengah yang fleksibel sekaligus memanfaatkan kekuatan dua penyerang di depan.
Formasi 3-5-2 Inti:
- Kiper: Mike Maignan
- Lini Pertahanan: Fikayo Tomori, pasangan bek tengah (mis. Gabbia / De Winter), dan Strahinja Pavlović
- Lini Tengah: Alexis Saelemaekers, Pervis Estupiñán, Adrien Rabiot, Fofana, dan Ruben Loftus-Cheek
- Penyerang: Christopher Nkunku dan Christian Pulisic / Rafael Leão
Susunan ini menunjukkan keseimbangan antara kreativitas, kecepatan, dan kekuatan fisik di tengah serta lini depan yang bisa saling berkolaborasi dalam mencetak gol.
Pilar Utama & Pemain Kunci AC Milan Musim Ini
1. Mike Maignan – Sang Penjaga Gawang Andal
Mike Maignan tetap menjadi pilar andalan di bawah mistar gawang Milan. Kehebatannya dalam membaca permainan dan penyelamatan krusial membuatnya menjadi salah satu kiper terbaik di Serie A, sekaligus memberi rasa aman bagi pertahanan The Rossoneri.
2. Strahinja Pavlović – Pusat Kekuatan Pertahanan
Strahinja Pavlović, bek Serbia, menjadi bek tengah yang tak tergantikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dengan postur tinggi dan kemampuan duel yang kuat, Pavlović menambah stabilitas di jantung pertahanan Milan di musim 2025/26.
3. Alexis Saelemaekers – Fleksibilitas Tanpa Henti
Saelemaekers merupakan contoh pemain serba bisa yang memainkan berbagai peran baik sebagai wing-back maupun sayap. Kecepatan dan kemampuan menyerangnya membantu Milan dalam transisi bola cepat dan membuka ruang di sisi lapangan.
4. Pervis Estupiñán & Ruben Loftus-Cheek – Dinamika Lini Tengah
Kombinasi pemain sayap seperti Estupiñán dengan gelandang tengah seperti Loftus-Cheek menciptakan keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Estupiñán memberikan intensitas di sisi kiri, sementara Loftus-Cheek membantu mengatur ritme permainan dan distribusi bola.
5. Christopher Nkunku – Kreasi & Penyelesaian Serangan
Christopher Nkunku adalah rekrutan mahal Milan yang diharapkan menjadi otak serangan utama. Ia memiliki kemampuan dribel, visi operan, dan pergerakan tajam di kotak penalti — yang membuatnya menjadi ancaman besar bagi pertahanan lawan.
6. Christian Pulisic & Rafael Leão – Duo Penyerang Berbahaya
Christian Pulisic tampil sebagai pencetak gol penting musim ini, seringkali menjadi ujung tombak serangan Milan dengan kecepatan dan tekniknya di lini depan. Sementara itu, Rafael Leão tetap menjadi ancaman besar berkat akselerasinya yang memecah pertahanan lawan.
Integrasi Bakat Baru & Tantangan AC Milan Kedepan
Selain pemain inti, AC Milan juga melakukan integrasi beberapa pemain baru yang tiba pada musim panas 2025 — seperti Samuele Ricci, Koni De Winter, Ardon Jashari, dan Zachary Athekame — yang menunjukkan kedalaman skuad yang lebih baik dan rencana jangka panjang klub.
Namun, tantangan tetap nyata. Masih ada kebutuhan untuk memperkuat skuat di beberapa posisi, terutama untuk menambah opsi di lini belakang dan serangan, agar Milan bisa menjaga tempo kompetisi di Serie A.
Persaingan di Serie A & Ambisi Scudetto 2026
Serie A musim 2025/26 menunjukkan persaingan gelar yang sengit antara Milan dan rival besar seperti Inter dan Napoli. Klub-klub ini saling bersaing ketat di puncak klasemen, menarik perhatian pecinta sepak bola seluruh dunia.
Milan sendiri sempat memimpin klasemen, meski performa mereka terkadang inkonsisten, membuat perjuangan meraih Scudetto menjadi semakin menarik.
Kesimpulan
AC Milan di tahun 2026 adalah tim yang sedang membentuk identitas baru. Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat, Rossoneri berusaha kembali ke puncak sepak bola Italia. Pelatih Massimiliano Allegri dituntut untuk memadukan taktik modern dengan fleksibilitas pemain, agar Milan tidak hanya bersaing di Serie A, tetapi juga kembali ke kompetisi Eropa.
Skuad inti AC Milan mencerminkan keseimbangan antara stabilitas pertahanan, kreativitas tengah, dan daya serang yang efektif — sebuah fondasi yang diperlukan klub bersejarah ini untuk meraih keberhasilan di musim yang penuh tantangan.
