Alwi Farhan menjadi salah satu nama paling bersinar dari kontingen Indonesia dalam SEA Games 2025 di Thailand. Pebulu tangkis muda ini tak hanya sekali, tetapi dua kali berhasil mengibarkan merah putih di podium tertinggi dengan meraih dua medali emas — satu dari tunggal putra dan satu dari beregu putra. Prestasi ini tidak hanya membanggakan negara, tetapi juga memicu apresiasi besar dari pemerintah dan masyarakat.
Sesuai dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang diputuskan menjelang keberangkatan ke SEA Games 2025, setiap atlet yang meraih medali emas akan menerima bonus sebesar Rp1 miliar. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan negara kepada atlet yang telah mengharumkan nama bangsa dan sebagai motivasi untuk persiapan ajang-ajang besar berikutnya, seperti Asian Games dan Olimpiade di masa mendatang.
Dengan dua medali emas yang diraih, Alwi berhak atas total bonus Rp2 miliar jika dihitung per medali. Namun, kabar berikutnya menunjukkan bahwa jumlah itu bisa berbeda tergantung skenario bonus perorangan atau bonus lain yang berlaku — bahkan berita terbaru menyebut nominal seperti Rp1,5 miliar yang belum diambil olehnya, memunculkan pertanyaan besar di kalangan publik: kenapa Alwi Farhan belum mencairkan bonusnya?
Siapa Alwi Farhan?
Alwi Farhan adalah pebulu tangkis tunggal putra Indonesia yang lahir di Surakarta dan kini menjadi salah satu aset muda paling bersinar di bulu tangkis nasional. Di usianya yang baru 20 tahun, ia sudah menunjukkan performa yang matang di level internasional. Tidak sekadar bertanding, Alwi menunjukkan mental juara dan kemampuan yang terus berkembang setiap kompetisi.
Pada SEA Games 2025, Alwi bermain impresif. Ia memulai turnamen dengan unggul di beberapa babak awal, memaksimalkan setiap laga sampai akhirnya mengunci medali emas tunggal putra lewat kemenangan dalam laga final yang ketat. Tak hanya itu, ia juga menjadi bagian kunci dalam skuad beregu putra Indonesia yang mempertahankan dominasi mereka di sektor ini.
Bonus SEA Games 2025: Kebijakan dan Realisasi
Bonus Rp1 miliar untuk medali emas merupakan kebijakan yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu sebelum keberangkatan kontingen Indonesia. Langkah ini dipandang sebagai penghargaan terbesar dalam sejarah bonus atlet SEA Games Indonesia. Kebijakan ini juga menandai perhatian pemerintah terhadap prestasi olahraga nasional, yang diharapkan dapat menjadi motor semangat juang atlet.
Pembayaran bonus dilakukan melalui mekanisme resmi — umumnya melalui rekening bank masing-masing atlet setelah seluruh proses administratif selesai. Menteri Pemuda dan Olahraga serta kementerian terkait memastikan bahwa dana bonus akan dibagikan sesuai janji presiden, meskipun ada sejumlah olahraga yang menunggu skenario detail perhitungan, khususnya untuk bonus perak dan perunggu.
Namun, tak semua atlet langsung mencairkannya begitu kesempatan itu datang. Di tengah euforia dan agenda padat pascaperlombaan, sebagian atlet terpental ke urutan berikutnya — termasuk Alwi Farhan.
Penyebab Alwi Farhan Belum Ambil Bonus
Menurut laporan terbaru dari media olahraga, Alwi Farhan belum sempat mengambil bonus Rp1,5 miliar yang seharusnya menjadi haknya atas dua emas di SEA Games 2025. Meskipun nominal pastinya sedikit berbeda dari hitungan sederhana Rp2 miliar (dua kali bonus medali emas), jumlah Rp1,5 miliar yang disebut ini bisa jadi berasal dari mekanisme perhitungan bonus yang masih dalam proses.
Ada beberapa faktor yang menjadi alasan utama mengapa Alwi belum mencairkan bonus tersebut:
- Proses Administratif yang Belum Selesai
Sebagian besar bonus atlet memang dibayarkan oleh pemerintah melalui lembaga resmi setelah semua data dan persyaratan administratif dilengkapi. Proses ini kadang memakan waktu, terutama ketika melibatkan rincian bonus multimedali. Belum semua pencairan bonus selesai pada awal Januari 2026, dan bisa jadi Alwi sedang menunggu proses verifikasi yang diperlukan. - Alwi Fokus pada Karier dan Kompetisi Selanjutnya
Setelah SEA Games, Alwi langsung menghadapi kompetisi lain seperti turnamen BWF Tour dan pemulihan fisik dari perjalanan panjang selama SEA Games. Fokusnya bukan hanya pada bonus materi, tetapi pada pengembangan kariernya secara berkelanjutan — termasuk uji coba performa di turnamen-turnamen besar berikutnya. - Belum Pernah Pegang Uang dalam Jumlah Besar
Dalam wawancara seusai SEA Games, Alwi mengaku belum terbiasa memegang sejumlah uang besar karena bonus seperti itu merupakan pengalaman pertamanya dalam skala besar. Ia sempat mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan penggunaan bonusnya untuk investasi masa depan — seperti menabung, membeli tanah, atau rumah — namun masih menunggu keputusan final dari pihak yang berwenang.
Reaksi Publik dan Cara Alwi Farhan Menyikapi
Publik Indonesia menyambut prestasi Alwi dengan bangga, namun tak sedikit pula yang bertanya-tanya mengenai bonus yang belum dicairkan. Beberapa netizen ramai berdiskusi tentang kapan bonus tersebut akan masuk ke rekening atlet dan apakah ada hambatan administrasi yang menghambat prosesnya. Tidak sedikit yang membandingkannya dengan kasus bonus atlet lain yang mengalami keterlambatan.
Meski demikian, sikap Alwi yang santai namun fokus pada target berikutnya justru dipuji. Ia menegaskan bahwa pencapaian SEA Games 2025 adalah batu loncatan — bukan puncak — dari perjalanan kariernya. Ia tetap bersemangat untuk terus mengasah kemampuan dan menghadapi tantangan di level internasional.
Penutup
Kisah Alwi Farhan — yang belum mencairkan bonus Rp1,5 miliar meskipun sudah membawa pulang dua medali emas — menonjolkan dua hal penting: perjuangan atlet yang tak berhenti di podium dan proses administratif yang kadang berjalan lebih lambat dari sorotan media. Meski bonus itu belum diambil, prestasi Alwi tetap menjadi kebanggaan Indonesia. Semoga proses pencairan berjalan lancar dan Alwi terus berkembang sebagai bintang masa depan bulu tangkis Indonesia.
