Pada malam yang penuh tekanan di Estadio Municipal de Riazor, Atletico Madrid keluar sebagai pemenang tipis dengan skor 0–1 atlas tuan rumah Deportivo La Coruña dalam laga Round of 16 Copa del Rey 2025–26. Gol tunggal pertandingan lahir dari kaki maestro serangan Antoine Griezmann pada menit ke-61, yang memastikan langkah sang raksasa La Liga ke perempat final. Pertandingan ini sendiri berjalan ketat, dengan Atletico yang mendominasi tetapi kesulitan menembus pertahanan Deportivo hingga momen krusial itu datang.
Sejak peluit kickoff dibunyikan, kedua tim menunjukkan pendekatan berbeda. Deportivo bermain dengan semangat tinggi, berusaha memanfaatkan dukungan publiknya di Riazor, sementara Atletico mencoba mengambil inisiatif permainan dengan penguasaan bola dan pergantian sisi. Tim tamu mencatat lebih banyak tembakan (15 berbanding 10), tetapi hanya satu yang benar-benar berbuah gol.

Atletico Madrid Menit-Menit Awal yang Cukup Ketat
Atletico sempat mengancam sejak awal babak pertama. Julian Álvarez nyaris membuka skor lebih awal ketika sundulannya menguji kiper Deportivo, Germán Parreño, yang dengan sigap melakukan penyelamatan. Kemudian Matteo Ruggeri melepaskan tembakan melengkung yang membentur tiang gawang, menjadi sinyal bahwa Atletico semakin mendominasi serangan. Griezmann sendiri sempat melihat usaha kerasnya membentur mistar empat menit menjelang turun minum.
Sementara itu, Deportivo masih berusaha menemukan ritme permainan mereka. Meskipun bertindak sebagai underdog, para pemain tuan rumah tidak hanya bertahan pasif; mereka sesekali melancarkan serangan balik dan mencoba mengancam pertahanan Atletico dengan kombinasi operan cepat. Namun, lini pertahanan Atletico, dalam pengaturan disiplin ala Diego Simeone, tampil kompak dan disiplin sehingga minim celah untuk dimanfaatkan lawan.
Gol Penentu: Atletico Madrid Free Kick Griezmann di Menit 61
Momen yang akhirnya memecah kebuntuan datang pada menit ke-61 setelah Atletico mendapatkan kesempatan dari bola mati di sektor berbahaya. Griezmann—yang dikenal sebagai spesialis bola mati—memperagakan tekniknya dengan sempurna. Ia mengambil ancang-ancang, mengatur bola, dan dengan sentuhan kaki kirinya melepaskan tembakan yang melengkung indah melewati pagar hidup dan menembus pojok atas gawang, membuat Parreño tak berdaya. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini dan cukup bagi Atletico untuk lolos ke babak berikutnya.
Gol tersebut bukan hanya sekadar angka di papan skor, tetapi mencerminkan kualitas pengalaman dan ketenangan Griezmann di momen penting. Ia memilih untuk menempatkan bola dengan presisi tinggi ke sudut atas — sebuah pilihan yang minim ruang bagi kiper untuk bereaksi — dan bukan sekadar kekuatan semata. Itu adalah contoh kelas master dari tendangan bebas di level tertinggi.
Reaksi Tim dan Laga Setelahnya
Selepas gol itu, Deportivo mencoba bangkit. Mereka mulai bermain lebih agresif dan berusaha mengejar ketertinggalan dengan beberapa peluang yang muncul di area pertahanan Atletico. Ancaman paling jelas datang dari kepala Samuele Mulattieri di menit ke-79, sayangnya bola sundulannya melebar tipis di atas mistar. Upaya ini menjadi momen paling dekat Deportivo memecah kebuntuan setelah gol Griezmann.
Sisi Atletico sendiri, setelah unggul, sempat menghadapi tekanan dari tuan rumah. Tim Diego Simeone memilih strategi bertahan lebih rapat dan memanfaatkan serangan balik ketika ada peluang. Meski tidak banyak celah besar tercipta, mereka berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Statistik Pertandingan dan Implikasi Hasil
Statistik akhir mencerminkan dominasi tipis Atletico dalam penguasaan bola dan tembakan. Mereka mencatat total tembakan yang lebih banyak (15 berbanding 10) serta penguasaan bola sedikit lebih unggul dibanding Deportivo. Meskipun demikian, Diego Simeone dan anak asuhnya sempat mengalami kesulitan menembus pertahanan rapat tim tuan rumah di sepanjang laga, yang menunjukkan betapa kerasnya pertandingan itu.
Kemenangan ini berarti Atletico menjadi tim pertama yang memastikan tiket perempat final Copa del Rey 2025–26. Ini adalah momen penting bagi klub, terutama setelah mereka sempat tersandung di ajang lain musim ini, seperti hasil imbang dan kekalahan di kompetisi lain. Griezmann, dengan golnya malam itu, menegaskan kembali perannya sebagai sosok kunci dalam momen-momen kritis.
Kesimpulan: Momen Griezmann yang Menentukan
Pertandingan antara Deportivo La Coruña dan Atletico Madrid adalah duel yang seimbang di sebagian besar pertandingan, namun Atletico, berkat pengalaman, disiplin, dan eksekusi bola matinya, berhasil mencuri kemenangan. Gol Antoine Griezmann di menit ke-61 bukan hanya membuka keunggulan, tetapi juga menjadi penentu perjalanan Atletico lebih jauh di Copa del Rey musim ini. Di laga yang ditandai dengan intensitas tinggi dan kualitas duel yang kuat, gol semacam itu menjadi contoh bagaimana momen individual bisa mengubah arah sebuah pertandingan.
