
Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Aceh, Warga Panik Berhamburan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, pada Jumat malam (waktu setempat). Getaran kuat yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa, namun sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 20.17 WIB. Pusat gempa berada di darat, dengan kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer. Lokasi gempa terletak di wilayah barat daya Aceh, sehingga getarannya dirasakan cukup kuat di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, hingga Aceh Jaya.
Getaran Kuat dan Kepanikan Warga
Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan yang sangat kuat selama beberapa detik. Lemari bergoyang, kaca bergetar, dan beberapa perabot rumah tangga jatuh ke lantai. Suasana panik pun tak terhindarkan.
“Getarannya kuat sekali, seperti didorong dari bawah. Kami langsung lari keluar rumah bersama anak-anak,” kata Rahmawati, warga Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Hal serupa disampaikan oleh M. Yusuf, warga Aceh Besar, yang tengah berada di dalam rumah saat gempa terjadi. Ia menyebutkan bahwa warga di lingkungannya langsung berkumpul di area terbuka karena khawatir akan adanya gempa susulan.
“Lampu sempat padam sebentar, warga langsung keluar rumah. Banyak yang takut terjadi gempa susulan,” ujarnya.
Kepanikan juga terlihat di sejumlah fasilitas umum. Beberapa pusat perbelanjaan dan warung makan dilaporkan sempat menghentikan aktivitas, sementara pengunjung memilih keluar bangunan untuk menghindari risiko runtuhan.
BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan gempa magnitudo 6,5 tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengingat gempa dangkal berpotensi menimbulkan getaran lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pantau informasi resmi dari BMKG,” ujar pejabat BMKG dalam keterangan tertulisnya.
BMKG juga mengingatkan warga untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, terutama retakan pada dinding atau struktur utama, karena berisiko roboh jika terjadi gempa susulan.
Laporan Kerusakan Bangunan
Hingga malam hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa. Laporan sementara menyebutkan adanya kerusakan ringan hingga sedang pada sejumlah rumah warga, fasilitas pendidikan, dan tempat ibadah di beberapa kabupaten.
Kepala BPBD Aceh mengatakan bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan asesmen awal. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan melakukan pengecekan terhadap bangunan vital.
“Kami masih mengumpulkan data dari lapangan. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan,” ujarnya.
Beberapa warga memilih bermalam di luar rumah atau di posko darurat yang disiapkan oleh pemerintah daerah, sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan.
Aktivitas Warga Terganggu
Gempa tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah warga mengaku kesulitan untuk kembali beristirahat karena trauma dan kekhawatiran. Anak-anak terlihat menangis, sementara orang tua berusaha menenangkan mereka.
Di beberapa wilayah, listrik sempat padam sesaat setelah gempa, meskipun kemudian kembali normal. Arus lalu lintas dilaporkan berjalan lancar, namun warga diimbau untuk berhati-hati saat melintasi bangunan tinggi dan jembatan.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan turut berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif dan membantu proses evakuasi jika diperlukan.
Aceh dan Ancaman Gempa
Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan gempa bumi karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Sejarah mencatat, Aceh pernah mengalami gempa besar yang menimbulkan dampak signifikan, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi bencana.
Pakar kebencanaan mengingatkan bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, edukasi dan latihan mitigasi bencana perlu terus ditingkatkan, terutama di daerah rawan gempa seperti Aceh.
“Masyarakat harus mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa, seperti mencari tempat aman dan menghindari bangunan berisiko,” ujar seorang ahli kebencanaan.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah dan BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi resmi. Warga juga diminta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali masuk ke rumah.
Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diharapkan segera menuju area terbuka dan menjauh dari bangunan tinggi, tiang listrik, serta pohon besar. Selain itu, penting untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat.
Hingga kini, proses pendataan dan pemantauan masih terus dilakukan. Pemerintah daerah memastikan akan memberikan bantuan dan penanganan cepat bagi warga terdampak gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Aceh tersebut.
