Di Liga Italy Serie A, Atalanta berhasil meraih kemenangan penting 1-0 atas AS Roma dalam pertandingan Serie A yang berlangsung di Stadion Gewiss, Bergamo. Kemenangan ini sangat berarti bagi tim asuhan Gian Piero Gasperini, yang kini semakin memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen. Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Roma, yang di bawah arahan José Mourinho seharusnya dapat memanfaatkan laga ini untuk terus bersaing di zona Eropa.

Atalanta yang dikenal dengan permainan menyerang dan ritme cepat menunjukkan kedalaman skuad dan kekuatan taktis mereka dalam laga ini. Sementara itu, AS Roma yang dipenuhi dengan pemain-pemain berpengalaman tampak kesulitan menembus pertahanan solid Atalanta dan berjuang keras untuk mencetak gol, namun akhirnya gagal mengimbangi permainan lawan.

Atalanta Mendominasi Sejak Awal Di Liga Italy Serie A

Sejak peluit pertama dibunyikan, Atalanta langsung mengambil kendali permainan. Dengan formasi 3-4-3 yang khas, Gasperini menekan Roma dengan penguasaan bola yang lebih tinggi dan intensitas serangan yang cepat. Mario Pasalic dan Ruslan Malinovskyi bertindak sebagai motor serangan, sementara Duvan Zapata terus memberikan ancaman di lini depan.

Atalanta tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga transisi serangan yang sangat cepat. Dalam beberapa menit pertama, mereka sudah menunjukkan intensitas tinggi dengan serangan-serangan yang mengarah langsung ke gawang Roma. Meski demikian, Roma juga mampu bertahan dengan disiplin, dengan bantuan bek-bek tangguh seperti Gianluca Mancini dan Chris Smalling.

Namun, Roma tampaknya terlalu defensif dan kurang agresif dalam mengembangkan serangan. Mereka lebih banyak mengandalkan umpan-umpan panjang dan mengandalkan bola mati untuk mencari peluang. Tidak ada tekanan tinggi terhadap lini belakang Atalanta, yang mampu mengelola permainan dengan cukup nyaman di awal babak pertama.

Gol Tunggal Atalanta: Keputusan Cerdas Pasalic

Atalanta akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-38 lewat gol dari Mario Pasalic. Gol ini berawal dari umpan silang yang sangat cerdas dari Malinovskyi yang menemukan Pasalic di ruang bebas di dalam kotak penalti Roma. Pasalic, dengan ketenangan yang luar biasa, berhasil menundukkan Rui Patrício, kiper Roma, untuk mencetak gol pertama pertandingan.

Gol ini tidak hanya memperlihatkan kualitas individu Pasalic, tetapi juga taktik menyerang yang tajam dari Atalanta. Mereka mengonversi umpan silang menjadi peluang emas dengan sempurna. Setelah gol ini, Atalanta semakin percaya diri dan melanjutkan penguasaan bola mereka, sementara Roma berusaha mencari peluang untuk membalas, namun belum ada hasil.

Di Liga Italy Serie A Roma Mencoba Menanggapi, Namun Gagal Menembus Pertahanan Atalanta

Setelah tertinggal, Roma mencoba merespons dengan meningkatkan tempo permainan mereka. Mereka mulai berusaha menekan Atalanta dengan lebih banyak menempatkan pemain di lini depan. Henrikh Mkhitaryan berusaha mengorganisir serangan dengan peran kreatifnya, sementara Tammy Abraham berusaha menciptakan ruang di lini depan.

Namun, pertahanan Atalanta tetap solid dan disiplin. Pasukan Gasperini menunjukkan pertahanan yang kokoh dan terorganisir, dengan bergantung pada gelandang bertahan seperti Marten de Roon yang mampu merebut bola dan memulai serangan balik dengan cepat. Sementara Roma berusaha untuk menekan, Atalanta dengan cepat merebut bola dan kembali mengancam lewat transisi cepat.

Roma hampir mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-55 melalui Mkhitaryan, yang memanfaatkan sebuah peluang dari tendangan bebas, tetapi tembakannya masih melebar di sisi kanan gawang. Kegagalan ini menjadi gambaran betapa sulitnya bagi Roma untuk menembus pertahanan Atalanta, yang tampak semakin solid di babak kedua.

Di Liga Italy Serie A Roma Mencoba Menanggapi, Namun Gagal Menembus Pertahanan Atalanta

Taktik Bertahan Atalanta dan Kesempatan Roma yang Terlewat

Setelah gol pertama, Atalanta memilih untuk lebih banyak bertahan dan menunggu peluang serangan balik. Mereka memahami bahwa menjaga keunggulan satu gol sangat penting, dan dengan pengalaman bertahan yang kuat, mereka berhasil menahan serangan Roma. Gasperini memilih untuk menambah kedalaman lini tengah dengan memasukkan pemain bertahan untuk menjaga kestabilan permainan.

Roma, yang terus mengandalkan serangan langsung, tidak berhasil membongkar pertahanan Atalanta. Serangan-serangan mereka sering terhenti di tengah lapangan, atau hanya menghasilkan peluang jarak jauh yang tidak membahayakan gawang Atalanta. Salah satu peluang emas datang dari Lorenzo Pellegrini pada menit ke-70, namun tembakan jarak jauh pemain tengah Roma ini hanya melayang di atas mistar gawang.

Pada menit-menit terakhir, Roma menggandakan upaya mereka, memasukkan lebih banyak pemain menyerang, tetapi Atalanta mampu mempertahankan keunggulan dengan cerdik. Perubahan taktik yang dilakukan Gasperini terbukti efektif, karena Roma tidak berhasil memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mencari gol penyama.

Penampilan Solid dari Kiper dan Pertahanan Atalanta

Salah satu faktor kunci kemenangan Atalanta adalah penampilan impresif kiper mereka, Juan Musso. Pada beberapa kesempatan, Musso melakukan penyelamatan penting yang menggagalkan peluang-peluang potensial Roma. Salah satunya adalah penyelamatan dari sepakan Mkhitaryan yang berusaha menembus sudut sempit. Musso tetap tenang dan mengamankan gawangnya dengan baik, menjadi pahlawan yang tak terlihat di balik pertahanan kokoh Atalanta.

Selain Musso, lini belakang Atalanta juga tampil luar biasa. Matthias Ginter dan Berat Djimsiti bekerja sama dengan sempurna untuk menahan serangan-serangan Roma, sementara de Roon di lini tengah berperan sebagai jangkar yang selalu berada di posisi yang tepat untuk memotong serangan lawan. Kekuatan kolektif ini memastikan bahwa Roma tidak mampu membalas meskipun memiliki beberapa peluang.

Penutup: Kemenangan yang Penting bagi Atalanta

Kemenangan 1-0 atas AS Roma memberikan tiga poin yang sangat penting bagi Atalanta dalam upaya mereka meraih tempat di kompetisi Eropa musim depan. Meskipun kemenangan ini tidak datang dengan skor besar, kualitas pertahanan dan taktik menyerang yang efektif membuat Atalanta pantas meraih hasil positif. Gasperini dan anak-anak asuhannya menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing dengan tim-tim besar, dengan fokus pada kekuatan tim dan disiplin permainan.

Bagi Roma, kekalahan ini menjadi tamparan keras, terutama karena mereka gagal memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan di kandang lawan. José Mourinho harus segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam pertandingan ini, terutama dalam hal penguasaan bola dan kreativitas serangan. Dengan pertandingan yang semakin ketat di Serie A, Roma harus meningkatkan performa mereka agar tetap bisa bersaing di zona Eropa.

Bagi Atalanta, kemenangan ini semakin memperlihatkan bahwa mereka adalah tim yang sulit dikalahkan di kandang mereka. Dengan penampilan solid dari lini belakang, serta kemampuan menyerang yang efisien, mereka tetap menjadi salah satu tim yang harus diperhitungkan dalam persaingan Serie A.