Mariyati adalah nama yang kini melambung tinggi dalam dunia olahraga dayung Indonesia. Berasal dari Banyuasin, Sumatera Selatan, perempuan tangguh ini menjadi salah satu pahlawan kontingen Indonesia di ajang SEA Games Ke-33 Thailand 2025, khususnya dalam cabang olahraga dragon boat atau dayung perahu naga. Prestasinya tidak hanya membuat bangga masyarakat lokal, tetapi juga mengangkat Indonesia sebagai kekuatan unggul dalam olahraga air di kawasan Asia Tenggara.
Perjalanan Karier Mariyati dan Dedikasi Tinggi
Mariyati bukan sosok yang tiba-tiba muncul di dunia dayung. Sejak usia muda ia telah menunjukkan minat dan bakat besar dalam olahraga water sport. Ketertarikannya pada olahraga dayung dimulai sejak di bangku sekolah, ketika ia pertama kali ikut program pelatihan olahraga oleh sekolahnya. Seiring berjalannya waktu, bakatnya makin diasah melalui latihan intensif yang disiplin, berjam-jam di atas air setiap harinya. Kesungguhannya itu menjaga konsistensi kemampuan teknis sekaligus fisiknya, membuatnya sering menjadi andalan tim di berbagai turnamen regional.
Tidak hanya berlatih secara fisik, Mariyati juga memperkuat mentalnya. Ia dikenal sebagai atlet yang down-to-earth, tetap rendah hati meskipun kian banyak prestasi diraih. Ia tidak hanya menjadi inspirasi bagi atlet muda di Sumatera Selatan, tetapi juga di seluruh Indonesia. Semangat juangnya menjadi contoh nyata bagaimana kerja keras dan dedikasi dapat mengantarkan seseorang ke prestasi tertinggi di pentas olahraga internasional.
Gemilang di SEA Games 2025
Prestasi Mariyati mencapai puncaknya saat SEA Games 2025 berlangsung di Thailand. Pada ajang tersebut, ia bersama timnya bertanding di nomor dragon boat, sebuah cabang olahraga yang mengkombinasikan kekuatan, strategi, dan kerja sama tim secara sempurna. Peran Mariyati sangat penting dalam timnya, terutama dalam nomor 200 meter 22 crew mix, di mana mereka mengalahkan lawan lawannya untuk meraih medali emas.
Tidak berhenti di situ, perempuan yang juga menyandang gelar Magister Pendidikan ini turut tampil di kategori lain, yaitu 200 meter 12 crew women, dan berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia. Prestasi ganda ini menunjukkan fleksibilitas dan ketangguhan Mariyati dalam berbagai nomor dayung, serta kemampuannya beradaptasi dengan berbagai format kompetisi yang ketat.
Keberhasilan ini turut mengantar Indonesia menjadi juara umum dalam cabang dayung SEA Games 2025. Tradisi prestasi Indonesia di dragon boat semakin diperkuat berkat kontribusi besar atlet-atlet seperti Mariyati.
Bonus dan Penghargaan Mariyati
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi luar biasa yang diraih, Mariyati bersama rekan-rekannya mendapatkan bonus dari Pemerintah Indonesia. Bonus ini secara simbolis diserahkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai penghargaan tertinggi dari negara kepada atlet berprestasi. Nilai bonus yang diterima Mariyati mencapai Rp 500 juta, dana yang mencerminkan penghargaan nyata terhadap jerih payah dan kontribusi besar atlet atasa nama bangsa.
Mendapatkan bonus semacam itu tentu bukan sekadar soal materi. Bagi Mariyati, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja kerasnya diakui secara nasional. Ia mengatakan bahwa bonus tersebut akan digunakan untuk memenuhi tujuan spiritualnya. Dengan tulus, Mariyati menyatakan niatnya mendaftarkan diri untuk ibadah haji, serta akan memberangkatkan orang tua tercintanya untuk umrah, sebagai ungkapan syukur sekaligus bakti kepada keluarga.
Ungkapan syukur ini menunjukkan sisi kemanusiaan dan nilai-nilai kehidupan yang tinggi dari seorang atlet yang sering kita pandang hanya dari prestasinya di lapangan. Bagi Mariyati, prestasi olahraga bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari perjalanan hidup yang membawa berkah dan dampak positif bagi diri dan orang-orang di sekitarnya.
Peran Mariyati Dalam Masyarakat dan Inspirasi
Prestasi Mariyati tentu bukan pencapaian pribadi semata. Ia menjadi inspirasi besar bagi kaum muda, terutama perempuan, yang ingin menorehkan prestasi di dunia olahraga. Di banyak kesempatan, figur Mariyati disebut sebagai role model yang menunjukkan bahwa atlet perempuan Indonesia mampu bersaing dan unggul di ajang internasional yang kompetitif.
Penghargaan yang ia terima dari berbagai pihak, termasuk dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan, juga memperkuat dukungan terhadap bakat-bakat atlet lokal yang berpotensi mengharumkan nama bangsa di kancah olahraga dunia. Ketua KONI Sumsel bahkan menyatakan bangga akan prestasi karena tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga menjadi teladan bagi para atlet pelapis.
Masa Depan Cerah di Dunia Dayung
Dengan usianya yang masih relatif muda dan semangat juang yang tinggi, masa depan Mariyati di cabang olahraga dayung diyakini masih sangat cerah. Banyak pihak berharap ia akan terus berkompetisi di level yang lebih tinggi, membawa nama Indonesia juga di ajang olahraga internasional lainnya, termasuk kejuaraan dunia atau Olimpiade di masa mendatang.
Keberhasilan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan olahraga dayung di tanah air. Dukungan dari pemerintah, lembaga olahraga, hingga komunitas lokal menjadi bagian penting dalam mencetak lebih banyak atlet berkualitas seperti dirinya.
Penutup
Mariyati adalah bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan komitmen bisa mengantar seseorang ke puncak prestasi olahraga. Sebagai juara dayung SEA Games 2025, ia tidak hanya mengharumkan nama Indonesia tetapi juga menyentuh hati banyak orang lewat cita-citanya yang luhur. Kisahnya merupakan sumber inspirasi bagi generasi atlet muda yang bermimpi besar dan berani berjuang demi prestasi.
