Pada akhir pekan lalu, Real Sociedad menghadapi Celta Vigo dalam laga lanjutan La Liga 2026. Pertandingan ini menjadi salah satu laga yang menarik untuk disimak, mengingat kedua tim tampil dengan strategi berbeda namun sangat efektif. Real Sociedad, yang dikenal dengan permainan cepat dan solid di lini belakang, menghadapi Celta Vigo, yang lebih mengandalkan penguasaan bola dan pergerakan kreatif dari lini tengah. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit ini, Real Sociedad berhasil meraih kemenangan 2-1 setelah melalui usaha keras dan disiplin dalam bertahan serta memanfaatkan peluang dengan efisien.
Tinjauan Pertandingan Real Sociedad vs Celta
Pada laga yang digelar di Estadio Anoeta (markas Real Sociedad), kedua tim saling beradu taktik untuk meraih poin penuh. Real Sociedad, dengan gaya permainan menyerang cepat dan soliditas pertahanan, menghadapi Celta yang lebih mengandalkan permainan penguasaan bola dan serangan melalui lini tengah yang kreatif. Kedua tim memiliki tujuan yang jelas, yaitu meraih kemenangan untuk mendekatkan diri pada posisi papan atas La Liga.
Taktik Real Sociedad: Pertahanan Kuat dan Serangan Cepat Dalam Pertandingan
Imanol Alguacil, pelatih Real Sociedad, Pada pertandingan ini memutuskan untuk memainkan formasi 4-3-3, dengan penekanan pada pertahanan yang rapat dan serangan balik cepat. Alguacil tahu bahwa Celta Vigo akan mendominasi penguasaan bola, dan oleh karena itu, ia memilih untuk menyiapkan timnya dengan disiplin tinggi dalam bertahan dan menunggu momen untuk melancarkan serangan balik yang mematikan.
H3: Lini Belakang yang Solid dan Pemain Kunci
Di lini belakang, Aritz Elustondo, Robin Le Normand, Andoni Gorosabel, dan Diego Rico menjadi tembok kokoh yang mampu menghadang gempuran serangan dari pemain-pemain Celta seperti Iago Aspas dan Gabriel Veiga. Elustondo dan Le Normand bekerja sama dengan sangat baik dalam menghalau bola-bola panjang dan memutus umpan-umpan kreatif dari lini tengah Celta.
Di lini tengah, Martin Zubimendi dan Mikel Merino berperan penting dalam mengontrol tempo permainan, menahan penguasaan bola Celta, dan mengalirkan bola ke depan dengan cepat. David Silva, meskipun lebih berusia, tetap menjadi otak serangan yang mampu mengalirkan bola dengan akurat, serta memberi ancaman dengan kreativitasnya. Alexander Sorloth dan Takefusa Kubo di lini depan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Celta, terutama dengan kecepatan dan kelincahan mereka dalam memanfaatkan ruang kosong.
H3: Serangan Balik yang Efektif
Strategi utama Real Sociedad di pertandingan ini adalah bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan serangan balik yang cepat. Ketika Celta Vigo terlalu agresif dalam menyerang, Real Sociedad siap untuk mengalihkan bola dengan cepat ke lini depan, memanfaatkan kecepatan Kubo dan Sorloth yang dapat menciptakan peluang berbahaya. Pada menit ke-42, Real Sociedad berhasil membuka skor setelah serangan balik yang diawali oleh Mikel Merino yang memberikan umpan terobosan kepada Kubo. Pemain Jepang itu mengirimkan bola ke kotak penalti, dan Sorloth berhasil mencetak gol pertama untuk tim tuan rumah.
H2: Strategi Celta Vigo: Penguasaan Bola dan Serangan Kreatif
Di sisi lain, Eduardo Coudet, pelatih Celta Vigo, memilih untuk bermain dengan formasi 4-2-3-1 yang mengutamakan penguasaan bola. Celta berusaha mengendalikan jalannya pertandingan dengan menekan Real Sociedad sejak awal, mencoba mendominasi lini tengah dan membangun serangan dari belakang. Gabriel Veiga, Denis Suárez, dan Iago Aspas berperan penting dalam menciptakan peluang bagi Celta.
H3: Lini Tengah yang Kreatif dan Penekanan Terhadap Serangan
Gabriel Veiga tampil sebagai motor penggerak serangan di lini tengah, sering memberikan umpan-umpan terobosan yang mengarah langsung ke Iago Aspas di depan. Denis Suárez, yang beroperasi di sayap kiri, juga sangat aktif dalam mengirimkan umpan silang berbahaya. Mereka berusaha memanfaatkan setiap ruang yang ada, namun sistem pertahanan Real Sociedad yang terorganisir dengan baik membuat serangan mereka sering kali terbentur.
Di babak pertama, meskipun Celta menguasai bola lebih banyak dengan 60% penguasaan bola, mereka kesulitan untuk menembus pertahanan kokoh Sociedad. Beberapa peluang dari Aspas dan Veiga berhasil digagalkan oleh Alex Remiro, kiper Sociedad yang tampil cemerlang.
H2: Momen Kunci yang Mengubah Jalannya Pertandingan
Meskipun tertinggal 1-0 di babak pertama, Celta Vigo tetap menunjukkan semangat juang mereka dan terus mendominasi penguasaan bola. Pada menit ke-57, Gabriel Veiga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau oleh Remiro. Gol ini menghidupkan kembali harapan Celta untuk bisa meraih kemenangan, dan mereka kembali berusaha menekan dengan lebih agresif.
Namun, Real Sociedad yang terbiasa bermain dalam tekanan, kembali menunjukkan kualitasnya. Di menit ke-75, David Silva yang mendapat bola di luar kotak penalti mengirimkan umpan datar yang diselesaikan dengan sempurna oleh Alexander Sorloth, yang kembali mencetak gol kedua bagi Sociedad. Gol ini kembali membawa keunggulan bagi tim tuan rumah.
H3: Taktik Mengatur Ulang dan Menjaga Keunggulan
Setelah gol kedua, Real Sociedad memilih untuk memperkuat pertahanan dengan mengganti beberapa pemain dan menambah kekuatan di lini tengah. Jon Pacheco masuk menggantikan Takefusa Kubo, sementara Asier Illarramendi menggantikan David Silva untuk memberikan stabilitas lebih di lini tengah.
Dengan disiplin bertahan dan penguasaan bola yang lebih baik, Real Sociedad berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga akhir pertandingan. Celta, meski berusaha keras untuk mencetak gol balasan, tidak mampu memecah solidnya pertahanan Sociedad yang semakin rapat di sepanjang sisa waktu pertandingan.
H2: Faktor Mentalitas dan Ketangguhan Tim
Salah satu faktor penting dalam kemenangan Real Sociedad adalah mentalitas yang kuat dan kedewasaan dalam bermain. Meski Celta berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua, Real Sociedad tidak kehilangan fokus dan langsung kembali menekan untuk meraih gol kedua. Keputusan taktis Imanol Alguacil dalam memperkuat lini tengah setelah gol kedua juga berperan penting dalam menjaga dominasi tim.
Di sisi Celta Vigo, meskipun mereka lebih banyak menguasai bola dan menciptakan lebih banyak peluang, ketajaman mereka di depan gawang menjadi masalah. Celta harus meningkatkan efisiensi penyelesaian akhir mereka, karena meskipun mereka bisa mendominasi penguasaan bola, mereka kesulitan mencetak gol dalam situasi-situasi kunci.
Penutup
Pertandingan antara Real Sociedad dan Celta Vigo menunjukkan bahwa dalam sepak bola, taktik dan mentalitas menjadi kunci utama dalam meraih kemenangan. Imanol Alguacil berhasil meracik strategi yang sangat efektif, mengandalkan pertahanan solid dan serangan balik cepat yang memanfaatkan celah pertahanan Celta. Sementara itu, meskipun Eduardo Coudet menerapkan strategi penguasaan bola yang impresif, Celta Vigo gagal memaksimalkan peluang mereka.
Kemenangan ini sangat penting bagi Real Sociedad untuk menjaga posisi mereka di papan atas La Liga, sementara Celta Vigo harus menganalisis hasil ini dan berusaha lebih tajam dalam menyelesaikan peluang di laga-laga selanjutnya. Sebagai sebuah tim yang selalu bermain dengan pendekatan yang berbeda, baik Sociedad maupun Celta menunjukkan kualitas permainan yang sangat menarik untuk disaksikan sepanjang musim ini.
