Belum lama meresmikan fasilitas perakitan mobil listriknya di Subang, Jawa Barat, PT VinFast Automobiles Indonesia langsung menghadapi protes warga. Hanya sehari setelah grand opening pada Senin (15/12/2025), ratusan warga Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, mendatangi gerbang pabrik menuntut prioritas tenaga kerja lokal. Aksi ini sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan nasional.
Aksi Warga: Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Dalam aksinya, warga menuntut agar VinFast tidak hanya menjadi pengamat, tetapi benar-benar membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan lokal dalam proyek senilai triliunan rupiah tersebut. Aksi demonstrasi ini mencerminkan ekspektasi tinggi masyarakat terhadap perusahaan yang berinvestasi besar di daerah mereka.
“Ini hak kami sebagai warga Subang untuk mendapatkan kesempatan kerja,” ujar salah seorang pendemo. Pesan utama dari aksi ini jelas: VinFast harus memprioritaskan SDM lokal sambil tetap menjaga kualitas produksi.
Respons CEO VinFast: Dinamika Wajar, Standar Tetap Utama
Menanggapi protes, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, memilih bersikap tenang dan terbuka. Ia menilai aksi warga sebagai dinamika sosial yang wajar terjadi pada perusahaan baru yang masuk ke wilayahnya.
“Karena kami ini kan baru mulai, perjalanan masih panjang. Tentu kita harus berjalan bersama-sama, bukan hanya dengan warga sekitar, tapi Subang dan Indonesia pada umumnya,” ujar Kariyanto kepada wartawan, dikutip Selasa (23/12/2025).
Meskipun ingin mendengar aspirasi masyarakat, Kariyanto menegaskan bahwa akses ke VinFast tidak bisa diberikan sembarangan. Sebagai perusahaan global, VinFast harus menjaga standar manufaktur internasional. “Prioritas warga sekitar itu pasti, tetapi standard is a standard. Kami akan terus mengikuti standar yang ada,” tambahnya.
Upaya Peningkatan Kompetensi Lokal
Untuk menjembatani kesenjangan kompetensi, VinFast aktif bekerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi dan universitas. Program ini dirancang agar masyarakat Subang mampu memenuhi persyaratan teknis yang dibutuhkan, sehingga membuka jalan bagi tenaga kerja lokal masuk ke pabrik dengan kemampuan yang sesuai standar global.

Investasi Besar dan Ambisi Ekspor
Pabrik VinFast di Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan bukan proyek kecil-kecilan. Pada fase awal, perusahaan mengucurkan investasi sebesar US$200 juta (sekitar Rp4,7 triliun) dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun. Namun, rencana jangka panjang menargetkan total investasi hingga US$1 miliar dengan kapasitas produksi mencapai 350 ribu unit per tahun.
Subang diproyeksikan menjadi basis produksi model mobil kemudi kanan VinFast, mulai dari VF 3, VF 5, VF 6, hingga VF 7, untuk pasar domestik dan ekspor. Selain mobil, pabrik ini juga akan merakit sepeda motor listrik dan MPV listrik komersial mulai tahun depan.
Jika semua berjalan sesuai target, pabrik ini diperkirakan akan menyerap 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja langsung, memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi lokal.
Tantangan Sosial dan Strategi VinFast
Meskipun memiliki prospek ekonomi besar, VinFast menghadapi tantangan sosial yang tidak kalah penting. Kecemburuan sosial menjadi isu yang harus ditangani agar investasi besar ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Subang. Strategi perusahaan saat ini adalah menyeimbangkan antara standar global dan prioritas lokal melalui program pelatihan serta perekrutan bertahap.
“Kami ingin masyarakat Subang ikut merasakan manfaatnya, bukan hanya melihat angka-angka di laporan tahunan,” ujar Kariyanto. Dengan pendekatan ini, VinFast berharap dapat meredam ketegangan dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.
Kesimpulan: VinFast dan Masa Depan Subang
Protes warga terhadap pabrik VinFast di Subang menjadi pengingat bagi perusahaan global bahwa investasi besar harus diimbangi dengan keberpihakan terhadap komunitas lokal. Dengan kombinasi standar internasional dan program peningkatan kompetensi, VinFast berusaha membuktikan bahwa proyeknya tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat Subang. Tantangan berikutnya adalah bagaimana perusahaan terus menjaga komunikasi, transparansi, dan inklusivitas agar investasi triliunan rupiah ini menjadi cerita sukses bagi semua pihak.
Meta Deskripsi:
VinFast di Subang didemo warga soal lowongan kerja. CEO tanggapi tenang, jaga standar global, dan kembangkan program pelatihan lokal untuk SDM Subang.
Keyword:
- VinFast Subang
- Pabrik mobil listrik Indonesia
- Tenaga kerja lokal VinFast
- Lowongan kerja Subang
- CEO VinFast Indonesia
- Investasi VinFast
- Mobil listrik VF 3 VF 5 VF 6 VF 7
- Pabrik mobil listrik Jawa Barat
- Program pelatihan SDM lokal
- Ekspor mobil listrik Indonesia
