Sebuah insiden mengejutkan baru-baru ini menjadi viral di media sosial setelah seorang pria di Beijing kehilangan ibu jarinya akibat digigit hewan peliharaannya sendiri. Peristiwa ini memicu diskusi luas tentang risiko memelihara hewan eksotis di rumah dan pentingnya kehati-hatian dalam merawat binatang berbahaya.
Gigitan Ular Berbisa, Ibu Jari Terpaksa Diamputasi
Kasus ini terjadi ketika pria bernama Huang mencoba memberi makan ular peliharaannya yang sedang sakit. Ular tersebut, dikenal sebagai “ular lima langkah” di China, merupakan spesies berbisa dengan reputasi mematikan. Menurut legenda lokal, seseorang yang digigit ular ini diyakini bisa meninggal setelah berjalan lima langkah. Meskipun terdengar seperti mitos, fakta medis membuktikan bahwa racun ular ini sangat berbahaya bagi sistem pembekuan darah manusia.
Huang menceritakan bahwa ia telah memelihara ular sejak kecil. Ketika hewan peliharaannya jatuh sakit dan tidak bisa makan sendiri, ia mencoba memberi makan secara manual. Namun, saat menyuapi, ular tersebut menggigit ibu jarinya, menyebabkan kerusakan jaringan yang parah.
“Racun itu sangat membahayakan fungsi pembekuan darah saya. Ibu jari saya mengalami nekrosis dan dokter memutuskan untuk mengamputasinya,” ujar Huang, dikutip dari South China Morning Post pada Jumat, 2 Desember 2026.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai nasib ular tersebut setelah insiden itu. Namun, kasus Huang menyoroti risiko serius yang terkait dengan tren memelihara hewan eksotis, yang semakin populer di China beberapa tahun terakhir.

Risiko Memelihara Hewan Eksotis
Dokter senior dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Shenzhen, Liu Wei, menekankan bahwa hewan eksotis dapat membawa berbagai patogen berbahaya.
“Sebagian besar hewan eksotis membawa bakteri, parasit, hingga virus. Kotoran kadal bisa menyebarkan salmonella, sementara marmut dapat membawa rabies dengan tingkat kematian hingga 60 persen,” jelas Liu.
Ia juga menekankan bahwa kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak di bawah lima tahun, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah sebaiknya menghindari memelihara hewan eksotis.
Fenomena memelihara hewan eksotis bukan hanya soal ular berbisa. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak warga China tertarik memelihara hewan langka, mulai dari katak beracun hingga reptil yang bisa menimbulkan risiko fatal. Tren ini memunculkan kekhawatiran terkait keamanan dan kesehatan masyarakat.
Kasus Serupa di China
Insiden gigitan ular Huang bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada Februari 2026, petugas Bea Cukai Bandara Internasional Pudong di Shanghai menggagalkan upaya seorang pria yang mencoba menyelundupkan katak panah beracun dari Amerika Latin. Beruntung, katak tersebut berhasil disita sebelum membahayakan orang lain.
Kasus-kasus semacam ini menegaskan bahwa memelihara hewan eksotis bukanlah sekadar hobi. Dibutuhkan pengetahuan mendalam, alat pengaman, dan kehati-hatian ekstra untuk mencegah kecelakaan yang bisa berakibat fatal.
Reaksi Warganet
Insiden Huang juga menjadi sorotan warganet. Banyak yang memberikan komentar kocak sekaligus mengingatkan bahaya memelihara hewan beracun.
“Otak pria ini juga sepertinya sakit,” tulis seorang pengguna internet.
Komentar lain berbunyi, “Ayah saya dulu bilang kalau saya memelihara ular, saya akan diusir dari rumah. Ternyata ayah saya benar.”
Meski ada komentar bercanda, kasus ini tetap mengajarkan pelajaran penting tentang tanggung jawab pemilik hewan peliharaan, terutama jika mereka termasuk jenis hewan berbahaya atau eksotis.
Kesimpulan: Pelajaran dari Kasus Huang
Kejadian ini menekankan risiko nyata yang bisa timbul dari memelihara hewan eksotis, khususnya reptil berbisa. Tidak hanya membahayakan pemilik, tetapi juga bisa berdampak pada orang di sekitarnya. Kesadaran dan edukasi tentang cara memelihara hewan berbahaya dengan aman menjadi hal yang tak bisa diabaikan.
Huang kehilangan jari akibat keinginannya untuk merawat hewan peliharaannya, namun kasusnya menjadi peringatan bagi masyarakat luas. Memelihara hewan eksotis membutuhkan persiapan, perlindungan, dan pengetahuan yang matang. Tanpa itu, risiko fatal seperti yang dialami Huang bisa terjadi kapan saja.
Meta Deskripsi
Seorang pria di Beijing harus diamputasi jari akibat digigit ular berbisa peliharaannya sendiri. Kasus ini mengingatkan bahaya memelihara hewan eksotis tanpa perlindungan dan pengetahuan medis yang tepat.
Keyword
- gigitan ular
- ular berbisa peliharaan
- jari amputasi
- hewan eksotis berbahaya
- kasus hewan eksotis China
- risiko memelihara ular
- ular lima langkah
- berita viral China
- keamanan hewan peliharaan
- insiden ular berbisa
