
Atmosfer Berbeda di Laga Pekan ke-13
Barito Putera dipastikan menjalani laga kandang dengan suasana yang tidak biasa saat menjamu PSIS Semarang. Pertandingan pekan ke-13 Pegadaian Championship 2025/26 tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Sabtu malam, tanpa kehadiran penonton di tribun. Keputusan ini membuat laga terasa berbeda, terutama bagi Barito Putera yang selama ini identik dengan dukungan langsung suporter setia mereka.
Status Kandang di Lokasi Netral
Sepanjang musim 2025/26, Barito Putera menjadikan Stadion Demang Lehman, Martapura, sebagai markas utama. Namun, laga melawan PSIS Semarang kali ini harus digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dengan status kandang tanpa penonton. Kondisi tersebut memaksa Laskar Antasari beradaptasi, baik secara teknis maupun mental, karena kehilangan faktor atmosfer yang biasanya menjadi tambahan motivasi.

Alasan Pertandingan Digelar Tanpa Penonton
Keputusan laga tanpa penonton bukan diambil secara mendadak. Menjelang pertandingan, Polresta Sidoarjo bersama Polda Jawa Timur telah menggelar rapat koordinasi pengamanan pada Selasa (23/12). Rapat tersebut berlangsung di ruang Pusdalops Polresta Sidoarjo dan melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari kepolisian, panitia pelaksana, pengamanan internal klub, unsur TNI, hingga pemangku kepentingan lainnya. Hasil koordinasi memastikan pertandingan digelar tertutup demi menjaga keamanan.

Penegasan dari Pihak Kepolisian
Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing melalui Kabagops Polresta Sidoarjo KP Moh Irfan menegaskan bahwa laga Barito Putera melawan PSIS Semarang memang dilaksanakan tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini merujuk pada surat permohonan resmi yang telah diterima pihak kepolisian. Kawasan Stadion Gelora Delta Sidoarjo akan disterilkan dari aktivitas suporter demi memastikan pertandingan berjalan aman dan kondusif.
Imbauan untuk Suporter Kedua Tim
Pihak kepolisian secara tegas mengimbau suporter Barito Putera maupun PSIS Semarang agar tidak datang ke stadion dan area sekitarnya. Akses masuk menuju kawasan stadion akan dibatasi secara ketat. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
Skema Pengamanan Berlapis
Untuk mendukung kebijakan laga tanpa penonton, sebanyak 243 personel keamanan akan disiagakan. Mereka ditempatkan di Zona 1 hingga Zona 4 Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Selain penjagaan statis, petugas mobile juga diterjunkan guna melakukan patroli dan pemantauan di sekitar stadion. Skema pengamanan berlapis ini diharapkan mampu menutup seluruh celah yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Dampak bagi Barito Putera
Bermain tanpa dukungan langsung suporter tentu menjadi tantangan tersendiri. Laskar Antasari dikenal memiliki basis pendukung fanatik yang kerap memberi energi tambahan bagi tim. Tanpa kehadiran penonton, pemain dituntut lebih fokus dan mandiri dalam membangun motivasi di lapangan. Situasi ini juga menguji kedewasaan tim dalam menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Tantangan bagi PSIS Semarang
Di sisi lain, PSIS Semarang juga harus beradaptasi dengan kondisi pertandingan tertutup. Meski berstatus tim tamu, absennya penonton bisa mengurangi tekanan psikologis. Namun, bermain di stadion netral tetap membutuhkan kesiapan mental dan strategi matang. dituntut memaksimalkan peluang untuk mencuri poin dalam kondisi yang relatif seimbang dari sisi atmosfer.

Fokus pada Keamanan dan Kelancaran
Kebijakan laga tanpa penonton ini menunjukkan prioritas utama pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa dukungan suporter tetap dapat diberikan dari rumah masing-masing. Dengan demikian, potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan hingga pertandingan berakhir.
Kesimpulan
Keputusan menggelar laga Barito Putera kontra PSIS Semarang tanpa penonton menghadirkan dinamika tersendiri dalam perjalanan Pegadaian Championship 2025/26. Bagi Barito Putera, absennya suporter di tribun jelas menjadi kehilangan besar, mengingat dukungan langsung selama ini kerap menjadi sumber motivasi tambahan bagi para pemain. Bermain di stadion yang bukan markas utama, ditambah suasana tanpa penonton, menuntut kesiapan mental dan fokus yang lebih tinggi agar performa di lapangan tetap maksimal.
Di sisi lain, PSIS Semarang juga dihadapkan pada tantangan yang berbeda. Meski tekanan dari publik tuan rumah berkurang, laga tanpa penonton tetap membutuhkan konsentrasi penuh dan disiplin taktik. Kondisi stadion yang steril dan pengamanan ketat membuat pertandingan sepenuhnya ditentukan oleh kualitas permainan, strategi pelatih, serta kemampuan pemain dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Dari perspektif penyelenggaraan, kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat pihak kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Skema pengamanan berlapis serta imbauan tegas kepada suporter menjadi langkah preventif agar pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan eksternal. Dukungan suporter pun diharapkan tetap mengalir dari rumah masing-masing sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan bersama.
