Konflik yang sempat mencuat ke ruang publik antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi akhirnya menemukan jalan damai. Proses penyelesaian masalah tersebut berlangsung melalui mediasi tertutup yang dijembatani oleh pendakwah kharismatik Buya Yahya. Pertemuan ini menjadi titik balik dari ketegangan yang sempat berujung laporan hukum.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh kuasa hukum Inara Rusli, Deddy DJ. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan berlangsung sekitar tiga pekan sebelum pencabutan laporan resmi di Polda Metro Jaya.

Pertemuan Tertutup Tanpa Publikasi

Deddy DJ menjelaskan bahwa mediasi digelar secara tertutup dan hanya dihadiri oleh Inara Rusli, Insanul Fahmi, serta Buya Yahya. Tidak ada pihak lain yang dilibatkan demi menjaga suasana tetap kondusif.

Langkah ini dipilih agar pembicaraan berlangsung lebih jujur dan terbuka, tanpa tekanan opini publik. Kedua belah pihak disebut sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Inisiatif Damai Datang dari Insanul Fahmi

Menurut Deddy DJ, pertemuan tersebut berawal dari niat Insanul Fahmi sendiri. Ia disebut ingin menghentikan konflik agar tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.

Insanul dinilai tidak ingin permasalahan pribadi berubah menjadi konsumsi publik yang berlebihan. Keinginan untuk menjaga ketenangan dan reputasi masing-masing menjadi alasan utama munculnya inisiatif damai tersebut.

Peran Sentral Buya Yahya dalam Mediasi

Kehadiran Buya Yahya menjadi faktor penting dalam meredakan ketegangan. Sosok pendakwah ini dikenal memiliki pendekatan sejuk dan mampu memberikan nasihat tanpa menghakimi.

Dalam pertemuan tersebut, Buya Yahya memberikan pandangan dari sisi agama dan moral. Ia menekankan pentingnya menahan ego serta mengutamakan penyelesaian yang membawa ketenangan batin bagi kedua belah pihak.

Nasihat Agama yang Menyejukkan

Buya Yahya disebut mengingatkan bahwa hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi telah terikat secara agama. Dengan status tersebut, konflik yang berujung pelaporan hukum dinilai tidak sejalan dengan semangat membangun rumah tangga yang damai.

Nasihat tersebut perlahan menurunkan tensi emosi. Kedua pihak mulai melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas dan jangka panjang.

Proses Pertimbangan dari Pihak Inara Rusli

Deddy DJ mengungkapkan bahwa Inara Rusli tidak serta-merta mengambil keputusan. Ia membutuhkan waktu untuk merenungkan masukan yang diberikan dalam mediasi tersebut.

Setelah mempertimbangkan secara matang, Inara menilai bahwa berdamai adalah pilihan yang lebih menenangkan dibandingkan melanjutkan proses hukum yang melelahkan secara emosional.

Pencabutan Laporan sebagai Tanda Kesepakatan

Sebagai bentuk nyata dari kesepakatan damai, Inara Rusli resmi mencabut laporan dugaan penipuan yang sebelumnya dilayangkan ke Polda Metro Jaya. Pencabutan itu dilakukan pada 30 Desember 2025.

Langkah ini menjadi penanda bahwa konflik telah selesai secara baik-baik. Tidak ada lagi proses hukum yang berjalan antara kedua pihak.

Menurunnya Ego Kedua Belah Pihak

Deddy DJ menilai keberhasilan mediasi tidak lepas dari kesediaan kedua pihak untuk menurunkan ego masing-masing. Baik Inara maupun Insanul dinilai sama-sama ingin menyudahi konflik dengan cara bermartabat.

Proses dialog yang difasilitasi Buya Yahya membantu membuka ruang saling memahami, bukan saling menyalahkan.

Perspektif Rumah Tangga dan Kedewasaan

Dalam pandangan Buya Yahya yang disampaikan melalui Deddy DJ, konflik rumah tangga sebaiknya diselesaikan dengan dialog dan kebijaksanaan. Pelaporan hukum terhadap pasangan sendiri dianggap sebagai langkah terakhir jika tidak ada jalan lain.

Pesan tersebut diterima dengan lapang oleh Inara Rusli. Ia memilih untuk mengedepankan kedamaian dan kenyamanan psikologis ke depan.

Dampak Positif bagi Kedua Pihak

Kesepakatan damai ini dinilai membawa dampak positif bagi kedua belah pihak. Selain mengakhiri konflik, langkah ini juga mencegah tekanan mental akibat proses hukum yang panjang.

Bagi Inara Rusli, keputusan ini memberi ruang untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih tenang. Sementara bagi Insanul Fahmi, damai menjadi cara untuk menutup persoalan tanpa memperpanjang polemik.

Pesan Moral dari Proses Mediasi

Kasus ini menjadi contoh bahwa konflik publik tidak selalu harus berakhir di meja hijau. Mediasi dengan pendekatan moral dan agama terbukti mampu menjadi solusi efektif.

Peran tokoh agama dalam meredam konflik personal juga kembali mendapat sorotan positif dari masyarakat.

Penutup: Damai sebagai Pilihan Terbaik

Berakhirnya konflik antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi menunjukkan bahwa jalan damai selalu terbuka bagi pihak yang mau menahan ego. Mediasi yang dijembatani Buya Yahya menjadi titik temu yang membawa ketenangan bagi keduanya.

Keputusan mencabut laporan menjadi simbol bahwa kedamaian sering kali lebih indah daripada pertikaian yang berlarut-larut.