
Persebaya Surabaya kembali harus puas berbagi poin saat menjamu Borneo FC pada pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu malam, laga berlangsung dengan tensi tinggi dan berakhir imbang 2-2. Hasil ini terasa mengecewakan karena Persebaya tampil di hadapan pendukung sendiri dan sempat berpeluang mengamankan kemenangan penting untuk memperbaiki posisi klasemen. Namun, kesalahan di lini belakang kembali menjadi sorotan utama.
Hasil seri tersebut memperpanjang tren kurang konsisten Bajul Ijo dalam beberapa pekan terakhir. Meski menunjukkan semangat juang hingga menit akhir, Persebaya kembali kehilangan poin kandang. Tekanan publik semakin besar karena kemenangan yang dinanti belum juga datang. Dukungan penuh Bonek belum mampu diimbangi dengan performa solid sepanjang sembilan puluh menit pertandingan.
Gol Bunuh Diri Kembali Terjadi
Situasi menjadi semakin berat ketika satu gol Borneo FC lahir dari gol bunuh diri pemain Persebaya. Insiden itu terjadi pada menit ke-70, saat Leo Lelis berusaha menyapu bola hasil umpan silang lawan. Niat menghalau justru berujung petaka karena sundulannya mengarah ke gawang sendiri. Stadion yang semula bergemuruh mendadak riuh oleh reaksi kecewa suporter.
Leo Lelis tidak lari dari tanggung jawab. Bek asal Brasil tersebut menyadari kesalahannya dan memilih berbicara secara terbuka usai pertandingan. Ia menegaskan bahwa sebagai pemain senior, dirinya siap menerima kritik dan evaluasi. Menurutnya, sepak bola adalah permainan kolektif, dan hasil imbang setidaknya masih menyelamatkan Persebaya dari kekalahan di kandang.
Catatan gol bunuh diri ini menjadi luka berulang bagi tim. Dua laga kandang terakhir Persebaya sama-sama diwarnai kesalahan serupa. Sebelumnya, Dime Dimov juga mencetak gol ke gawang sendiri saat menghadapi Arema FC. Rangkaian kejadian ini membuat fokus pertahanan Persebaya dipertanyakan, terutama pada momen-momen krusial.

Jalannya Pertandingan
Dalam laga melawan Borneo FC, tim tamu selalu unggul lebih dahulu. Juan Villa membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui penyelesaian klinis. Namun, respons Persebaya cukup cepat. Dua menit berselang, Gali Freitas mencetak gol penyeimbang lewat pergerakan agresif dari sisi sayap. Gol tersebut menghidupkan kembali atmosfer stadion dan kepercayaan diri tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Borneo FC tampil lebih rapi dan terorganisir. Kombinasi umpan pendek mereka kerap menembus lini tengah Persebaya. Gol bunuh diri Leo Lelis membuat Borneo kembali memimpin dan memaksa Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah hasil pada menit ke-89, ketika Malik Risaldi mencetak gol penyama kedudukan yang disambut sorak sorai Bonek.
Hasil imbang ini menjadi yang kelima secara beruntun bagi Persebaya. Sebelumnya, mereka juga bermain seri melawan Persik Kediri, Arema FC, Bhayangkara FC, dan PSM Makassar. Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa Persebaya belum mampu menjaga konsistensi untuk mengunci kemenangan.
Evaluasi dan Harapan
Masalah Persebaya tidak hanya terletak pada hasil di lapangan. Mereka juga harus bermain tanpa pelatih kepala serta kehilangan peran penting Francisco Rivera di lini tengah. Absennya pemain tersebut membuat alur permainan Persebaya kerap terputus. Meski demikian, ada sisi positif yang bisa dicatat dari pertandingan ini.
Tanpa kapten Bruno Moreira, permainan Persebaya justru terlihat lebih cair. Malik Risaldi dan Gali Freitas tampil berani dalam melakukan penetrasi dan memberi ancaman nyata bagi pertahanan lawan. Semangat pantang menyerah hingga menit akhir menjadi modal penting untuk laga berikutnya.
Saat ini, Persebaya berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 19 poin. Peluang memperbaiki posisi masih terbuka, terutama dengan adanya laga tunda melawan Persijap Jepara. Konsistensi, fokus, dan evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar Bajul Ijo kembali ke jalur kemenangan dan mengakhiri tren hasil imbang yang berlarut.
Kesimpulan
Hasil imbang 2-2 melawan Borneo FC kembali menegaskan bahwa Persebaya Surabaya masih menghadapi persoalan konsistensi, terutama di sektor pertahanan. Gol bunuh diri yang kembali terjadi menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi, baik dari sisi fokus maupun koordinasi antar pemain. Meski demikian, sikap bertanggung jawab dari pemain senior serta daya juang hingga menit akhir menunjukkan karakter tim belum hilang. Dengan evaluasi menyeluruh, kembalinya pemain kunci, dan pemanfaatan laga tunda secara maksimal, Persebaya masih memiliki peluang untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan di sisa kompetisi.
