Persebaya Surabaya kembali gagal meraih kemenangan pada pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu malam, tim berjuluk Bajul Ijo harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Borneo FC dengan skor 2-2. Hasil ini memperpanjang tren hasil seri Persebaya menjadi lima laga beruntun, sebuah catatan yang menempatkan mereka dalam situasi penuh tantangan, namun juga menyimpan sejumlah sinyal positif.

Laga kontra Borneo FC berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Tim tamu tampil percaya diri dan beberapa kali mampu menguasai jalannya permainan. Tekanan tersebut membuahkan hasil ketika Juan Villa membawa Borneo unggul lebih dulu pada menit ke-22. Persebaya tak butuh waktu lama untuk merespons, karena dua menit berselang Gali Freitas mencetak gol penyeimbang lewat aksi individu yang impresif.

Memasuki babak kedua, Borneo FC kembali menunjukkan dominasi. Gol bunuh diri Leo Lelis pada menit ke-70 membuat Persebaya kembali tertinggal. Situasi ini sempat membuat publik tuan rumah terdiam, mengingat tren negatif yang sedang dialami tim kebanggaan mereka. Namun, semangat pantang menyerah diperlihatkan Persebaya hingga menit akhir pertandingan. Malik Risaldi muncul sebagai penyelamat lewat golnya pada menit ke-89, memastikan satu poin tetap bertahan di Surabaya.

Lima Hasil Seri Beruntun

Hasil imbang melawan Borneo FC menjadi yang kelima secara beruntun bagi Persebaya. Sebelumnya, mereka juga berbagi poin saat menghadapi Persik Kediri, Arema FC, Bhayangkara FC, dan PSM Makassar. Rangkaian hasil ini membuat Persebaya belum mampu merangsek ke papan atas klasemen, meski secara konsisten mereka juga terhindar dari kekalahan.

Rentetan seri ini menunjukkan dua sisi berbeda. Di satu sisi, Persebaya kesulitan mengunci kemenangan. Namun di sisi lain, mereka memperlihatkan daya juang yang stabil, terutama dalam kondisi tim yang belum ideal. Konsistensi meraih poin meski tidak maksimal menjadi modal penting untuk menjaga posisi di papan tengah.

Tanpa Pelatih Kepala

Situasi Persebaya semakin kompleks karena hingga kini mereka belum memiliki pelatih kepala definitif. Pada laga melawan Borneo FC, pelatih interim Uston Nawawi juga harus absen akibat akumulasi kartu. Alhasil, peran memimpin tim di pinggir lapangan diambil alih oleh asisten pelatih Shin Sang-gyu.

Dalam keterbatasan tersebut, Shin menilai performa timnya menunjukkan perkembangan. Ia mengakui hasil imbang bukanlah target utama, namun melihat peningkatan dari segi permainan menjadi hal yang patut diapresiasi. Menurutnya, para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik dan menunjukkan komitmen tinggi sepanjang pertandingan.

Evaluasi Permainan

Secara permainan, Borneo FC memang lebih dominan dalam penguasaan bola dan sirkulasi permainan. Umpan-umpan pendek yang rapi kerap merepotkan lini pertahanan Persebaya. Meski demikian, Persebaya menunjukkan karakter kuat ketika tertinggal. Mereka berani menaikkan intensitas permainan dan lebih agresif dalam menekan pertahanan lawan.

Shin Sang-gyu menekankan bahwa proses latihan yang berulang menjadi kunci peningkatan performa. Ia melihat fokus dan konsentrasi pemain mulai terbentuk, begitu pula dengan tekad untuk mencetak gol dalam situasi sulit. Baginya, hal-hal tersebut menjadi fondasi penting untuk memperbaiki hasil di pertandingan berikutnya.

Absennya Pemain Kunci

Masalah lain yang dihadapi Persebaya adalah absennya gelandang andalan Francisco Rivera. Tanpa pemain asal Meksiko tersebut, alur permainan Persebaya terlihat berbeda, terutama dalam membangun serangan dari lini tengah. Kreativitas dan ketenangan Rivera masih belum sepenuhnya tergantikan oleh pemain lain.

Menariknya, Persebaya justru tampil lebih lepas tanpa kehadiran sang kapten Bruno Moreira. Duo winger Malik Risaldi dan Gali Freitas mampu bermain lebih direct dan agresif. Pergerakan mereka dinilai lebih cepat dan efektif, sehingga aliran bola menjadi lebih hidup dibandingkan ketika terlalu sering bertumpu pada satu pemain.

Optimisme ke Depan

Terlepas dari berbagai kendala, Shin Sang-gyu tetap menyampaikan apresiasi kepada para pemain. Ia menilai pengalaman yang dimiliki skuad Persebaya menjadi modal penting untuk melewati periode sulit ini. Pengaturan kondisi fisik dan mental pemain disebutnya cukup baik, sehingga tim masih mampu bersaing di setiap pertandingan.

Saat ini, Persebaya menempati posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 19 poin. Posisi tersebut masih membuka peluang untuk bersaing di papan atas jika mereka mampu segera mengakhiri tren hasil seri. Laga tunda melawan Persijap Jepara pada 28 Desember 2025 akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi dan perkembangan permainan Bajul Ijo.